Generasi Digital, Tapi Rentan? Ketika Kesehatan Mental dan Anemia Jadi Alarm

Sumber : MTsN 5 Nganjuk — pembagian TTD kepada siswi kelas 7–9, 24 Februari 2025.

Remaja saat ini tumbuh sebagai generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Ponsel dan internet menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari belajar, berkomunikasi, mencari hiburan hingga mengikuti berbagai tren. Di Kabupaten Nganjuk, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2024 sebanyak 69,14 persen penduduk laki-laki dan 61,79 persen penduduk perempuan berusia 5 tahun ke atas mengakses internet dalam tiga bulan terakhir. Angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Kemudahan teknologi memberikan banyak manfaat. Internet dapat menjadi sumber informasi dan sarana edukasi kesehatan yang mudah dijangkau. Namun, penggunaan teknologi yang tidak seimbang juga perlu diperhatikan. Waktu yang terlalu banyak dihabiskan di depan layar dapat membuat seseorang mengurangi waktu tidur, aktivitas fisik, maupun interaksi secara langsung. Bagi remaja yang sedang mengalami perkembangan fisik dan psikologis, keseimbangan tersebut penting untuk menjaga kesehatan mental.

Kesehatan mental remaja tidak dapat dipandang sebelah mata. Tekanan akademik, hubungan sosial, lingkungan keluarga, serta paparan berbagai informasi melalui media digital dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, remaja perlu memiliki kemampuan untuk mengelola penggunaan teknologi dan mengenali kondisi dirinya.

Tidak hanya mental, kesehatan fisik juga perlu menjadi perhatian. Salah satu masalah yang masih ditemukan pada remaja, khususnya remaja putri, adalah anemia. Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk turut melakukan upaya pencegahan melalui edukasi gizi dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Dalam kegiatan Aksi Bergizi, puluhan ribu pelajar di Nganjuk dilibatkan dalam edukasi dan pembiasaan perilaku hidup sehat.

Anemia dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas belajar maupun kegiatan sehari-hari. Karena itu, keluhan mudah lelah pada remaja tidak seharusnya selalu dianggap sebagai akibat aktivitas padat atau kurang tidur.

Kesehatan mental dan fisik perlu dijaga secara bersama. Remaja membutuhkan pola makan bergizi, terutama sumber zat besi, tidur yang cukup, aktivitas fisik, serta waktu istirahat dari perangkat digital.

Teknologi juga dapat menjadi bagian dari solusi. Media digital dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan mental, gizi, anemia, dan pola hidup sehat dari sumber terpercaya.

Menjadi generasi digital bukan berarti harus terus berada di depan layar. Sesekali, letakkan ponsel, dengarkan tubuh, perhatikan pikiran, dan jangan abaikan kesehatan. Sebab, generasi masa depan bukan hanya dituntut melek teknologi, tetapi juga sehat secara mental dan fisik.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *