Sejak Jumat, 14 Agustus 2026, semangat nasionalisme dan kebersamaan terasa kembali memenuhi ruang-ruang media sosial. Di tengah riuhnya berbagai unggahan, komentar, bahkan sumpah serapah dan kritik tajam terhadap para penyelenggara pemerintahan, ada satu hal yang diam-diam menghangatkan hati: rasa cinta kepada Indonesia ternyata belum padam.
Bendera Merah Putih berkibar di berbagai sudut linimasa. Lagu-lagu kebangsaan kembali terdengar. Ucapan tentang kemerdekaan berseliweran di antara perdebatan politik dan kegaduhan sehari-hari.
Semangat yang sama terasa dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang digelar di GOR Bung Karno, Kabupaten Nganjuk, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti berbagai elemen masyarakat serta instansi di Kabupaten Nganjuk. Hadir jajaran TNI dan Polri, perwakilan instansi pemerintahan daerah, organisasi, pelajar, mahasiswa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Bertindak sebagai pembina upacara, Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A. Dalam amanatnya, Beliau menyampaikan pesan mengenai pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Nganjuk.
Di tengah berbagai elemen yang hadir, mahasiswa STIKES Satria Bhakti Nganjuk turut ambil bagian sebagai peserta upacara.Keikutsertaan tersebut bukan sekadar memenuhi undangan atau hadir dalam sebuah seremoni tahunan. Sebab, nasionalisme tidak selalu harus hadir dalam pidato besar atau slogan yang menggelegar. Ia bisa tumbuh dari hal-hal sederhana: belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, membantu sesama, dan kelak memberikan kemampuan terbaik bagi bangsa.



