Nyeri bukan sekadar rasa tidak nyaman melainkan sinyal tubuh kita. Nyeri merupakan tanda atau peringatan tubuh yang berkata, “Ada sesuatu yang perlu diperhatikan”.
Di antara berbagai keluhan kesehatan, nyeri adalah yang paling sering kita dengar atau bahkan kita rasakan sendiri. Mulai dari kepala berdenyut usai pekerjaan menumpuk, punggung pegal karena terlalu lama duduk, lutut yang terasa ngilu saat cuaca dingin, hingga perut melilit setiap datang bulan. Nyeri hadir dalam berbagai bentuk dan situasi, tubuh kita memiliki sistem alarm bawaan yang luar biasa. Ketika jaringan tubuh mengalami tekanan, peradangan, cedera, atau bahkan stres, saraf akan mengirim pesan ke otak dan muncullah keluhan nyeri. Tanpa nyeri, kita tidak akan tahu kapan harus berhenti, kapan harus istirahat, atau kapan harus memeriksakan diri. Bayangkan jika seseorang patah tulang tetapi tidak merasa sakit, ia mungkin tetap berjalan, memperparah cedera, bahkan mengancam keselamatan, Jadi fungsi nyeri sebenarnya adalah melindungi kita, agar kita lebih waspada.
Tubuh terus bekerja tetapi sering kita lupa memberinya jeda. Nyeri kemudian menjadi satu-satunya cara tubuh “memaksa” kita memperhatikan dirinya. Dalam kehidupan modern penyebab nyeri semakin kompleks, nyeri tidak lagi disebabkan penyakit fisik, namun juga dipengaruhi pola hidup diantaranya kurangnya aktivitas dan olahraga, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurang minum, jam tidur yang berantakan, stress yang disebabkan kondisi emosional dan tekanan pekerjaan. Diantara berbagai bentuk nyeri yang kita rasakan yang paling sering muncul adalah sakit kepala yang sering dipicu stress, kurang tidur, kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan, juga keluhan nyeri punggung dan pinggang yang diakibatkan posisi duduk yang tidak baik, atau nyeri otot dan pegal yang merupakan tanda tubuh kita yang sedang mengalami kelelahan. Bahkan keluhan nyeri sendi atau persendian yang paling banyak dikeluhkan para lansia, atau pada orang dengan berat badan berlebihan yang cenderung memburuk pada saat cuaca dingin dan kurang gerak.
Apa yang perlu kita waspadai saat nyeri datang
Setiap nyeri yang kita rasakan tidak selalu berarti kita sedang sakit parah, namun adakalanya nyeri menjadi tanda bahaya untuk kita segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan, kapan sinyal nyeri yang harus kita dengarkan. Yang pertama saat nyeri datang mendadak dan sangat hebat sampai tubuh kita tidak kuat beradaptasi terhadap nyeri yang kita rasakan, yang kedua saat nyeri tersebut kita rasakan lebih dari satu minggu dan tidak ada tanda membaik setelah kita melakukan upaya mengurangi nyeri secara mandiri misalnya dengan memberikan kompres, relaksasi, atau konsumsi analgesic yang bias akita gunakan, ketiga ketika nyeri yang kita rasakan disertai demam, mati rasa, kelemahan atau sesak nafas, yang keempat nyeri yang datang setelah mengalami kecelakaan atau cedera lainnya, dan yang kelima nyeri saat haid yang berlebihan disertai perdarahan yang banyak, kelima saat merasakan nyeri dada “ampek” seperti tertekan benda berat, nyeri terasa menjalar ke tangan atau rahang, kondisi tersebut adalah nyeri darurat yang harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, bisa jadi kondisi tersebut adalah tanda adanya serangan jantung, semakin cepat nyeri ditangani dengan benar semakin kecil resikonya.
Bagaimana kita merespon sinyal nyeri yang kita rasakan?
Saat tubuh kita merasakan nyeri yang tidak “biasa” apa yang harus kita lakukan, hentikan aktivitas sejenak, tarik nafas dalam hembuskan perlahan agar tubuh kita lebih relaks dan istirahatlah, kebutuhan tidur yang cukup adalah cara tubuh untuk memulihkan diri. Minum air yang cukup, sering kali tubuh yang Lelah karena dehidrasi, perbaiki pola makan dengan mengurangi konsumsi gula dan garam yang berlebihan. Gerakkan tubuh secara rutin, luangkan waktu 5 menit untuk stretching setiap 1 – 2 jam aktivitas kita untuk mengurangi ketegangan otot, gunakan obat Pereda nyeri jika diperlukan dan perhatikan aturan pakai.Nyeri tidak selalu berarti penyakit berat, tapi mengabaikan nyeri yang kita rasakan adalah resiko besar bagi kesehatan kita sendiri.


