Baterai Full, Etika Jangan Lowbat!

Waktu baca      : 4,5 menit

Kendaraan listrik kian meramaikan jalanan Indonesia. Dari BMW hingga Wuling asal Tiongkok, beragam merek menawarkan teknologi modern yang didukung berbagai insentif pemerintah. Di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia, peralihan menuju transportasi listrik pun terus didorong. Namun, pertumbuhan kendaraan listrik perlu diimbangi ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang merata sekaligus perilaku penggunanya yang beretika.

SPKLU yang Makin Merakyat

Data di Perusahaan Listrik Negara (PLN) menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 4.655 unit SPKLU di 3.007 lokasi, meningkat dari 3.223 unit di 2.192 lokasi pada 2024. Pada periode Lebaran 2026, jumlahnya bertambah menjadi 4.769 unit di 3.097 titik secara nasional. Untuk lebih detil cek di id.V.data   PLN ULP Nganjuk, Jalan Dr. Sutomo, dengan dua konektor Type 2 berdaya AC 22 kW.

SPKLU di Nganjuk Data dari EVdata.id (Direktori tersebut) juga mencatat SPKLU di wilayah Jawa Timur lainnya, termasuk lokasi di jalur tol dan Kertosono. Namun, untuk perlu data yang lebih rinci untuk memastikan apakah lokasi di Kantor Pos Nganjuk berbeda dari PLN ULP Nganjuk.

Meski terus bertambah, pemerataan masih menjadi pekerjaan rumah. Direktori EVdata.id memperlihatkan perbedaan jumlah lokasi pengisian di berbagai kota. Di Nganjuk, berdasarkan pemetaan yang dirujuk, fasilitas pengisian mobil listrik masih sangat terbatas dibandingkan kota-kota besar. Bahkan, direktori tersebut mencatat hanya ada 2 (dua), satu lokasi di kantor pos Nganjuk dan terdapat 1 (satu) lagi di kantor PLN di Jln. Dr. Sutomo Nganjuk.

Angka pemetaan dapat berubah dan perlu dibaca sesuai waktu pembaruan serta cakupan datanya. Namun, persoalan mendasarnya tetap sama: infrastruktur kendaraan listrik bukan sekadar soal jumlah, melainkan juga persebaran, daya pengisian, keandalan, dan kemudahan akses.

Jangan Lupa Antre

Di tengah keterbatasan fasilitas, SPKLU menjadi ruang bersama yang menuntut kesadaran setiap pengguna. Mengisi daya bukan sekadar mencolokkan kabel lalu menunggu baterai penuh. Ada pengendara lain yang mungkin sedang membutuhkan fasilitas yang sama. Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi), Arwani Hidayat, menekankan pentingnya tata krama dalam menggunakan SPKLU. Infrastruktur yang semakin berkembang perlu diimbangi kesadaran pengguna untuk saling menghargai.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *