Baterai Full, Etika Jangan Lowbat!

Etikanya sebenarnya sederhana: periksa ketersediaan fasilitas melalui aplikasi, antre sesuai urutan, parkir dengan benar, dan segera pindahkan kendaraan setelah pengisian selesai. Jika memungkinkan, pengemudi juga perlu menghindari membiarkan kendaraan tetap menempati tempat pengisian ketika baterai sudah terisi. Kabel pengisian harus dikembalikan ke tempatnya agar aman dan tidak mengganggu pengguna berikutnya.

Teknologi boleh semakin canggih. Akan tetapi, kecanggihan kendaraan tidak otomatis mencerminkan kematangan perilaku pemiliknya. Jangan sampai baterai sudah full, tetapi etika justru lowbat.

Jangan Berhenti pada Ganti Energi

Ada pertanyaan lebih besar yang layak diajukan: sejauh mana kendaraan listrik mampu membantu mengatasi persoalan kualitas udara (hingga eiits..negara sekelas Malaysia saja lha kok mau melok-melok menangani karhutla di Indonesia yang salah satu cita-citanya beradulat adil dan makmur ini?! jika pencemaran dan kerusakan lingkungan lainnya tidak ditangani secara serius?

Mobil listrik memang identik dengan teknologi modern dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Namun, jangan sampai kendaraannya sudah canggih, sementara kesadaran dalam menggunakan fasilitas bersama masih tertatih-tatih.

Belum lagi pertanyaan yang menggantung dalam pikiran kita semua: apakah program kendaraan bermotor listrik akan mampu membantu mengatasi buruknya kualitas udara, sementara persoalan karhutla seolah diabaikan dan berbagai kerusakan lingkungan terus terjadi akibat ulah manusia yang benar-benar mengerikan?

Atau jangan-jangan, program ini hanyalah program sak nyuk an, seperti program gas melon yang dahulu menjadi pengganti minyak tanah dengan tujuan mengurangi subsidi sekaligus ketergantungan masyarakat terhadap minyak tanah. Namun, kebijakan tersebut kini justru menyisakan persoalan baru: masyarakat kaya ikut menggunakan gas melon, sementara masyarakat miskin semakin menjerit karena posisinya kian terjepit.

Kembali ke Karakter kita Kalau memang begitu, karakter bangsa inilah yang harus adaptif. Baterai boleh full, tetapi etika juga harus tetap on, loh, ya!

sumber foto : Asli Nganjuk

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *