Beberapa hari ini media di United Kingdom diramaikan dengan adanya kegagalan seorang wanita yang melakukan filler pada bagian wajahnya.
Dikutip dari online media The Guardian, Mengapa ini terjadi?
Fenomena “glowing skin” kini menjadi dambaan banyak orang. Di media sosial, kulit putih dan bercahaya sering digambarkan sebagai lambang kesempurnaan. Namun, kita meski sadar resiko jangka panjangnya, yakni di balik kilau memukau itu, tersimpan bahaya yang dapat membuat siapa pun merinding. Steroid membuat kulit cepat putih & glowing, tapisetelah itu muncul rebound effect → kulit rusak, merah, dan menipis. Ini hanya sebagian dari efek negatif krim pemutih.
Wanita Indonesia terkenal dengan pigmentasinya yang coklat matang, bak diantaranya eksotis. Masih juga tidak takut? Think: jika kulit muka putih = cantik, mengapa semua wanita kulit putih/ kuning tidak banyak juga yang cantik? Hmm… .
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, 2024, sekitar 60% produk pemutih kulit yang beredar secara daring tidak memiliki izin edar resmi. Lebih dari separuhnya mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan kortikosteroid dosis tinggi. Zat-zat tersebut memang dapat menghambat produksi melanin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat, tetapi efek jangka panjangnya sangat merugikan. Penggunaan merkuri, meskipun tidak banyak yang tahu ada data ilmiahnya, dikatakan dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan saraf, serta iritasi berat pada kulit.
Temuan serupa dilaporkan oleh World Health Organization (WHO, 2023) yang menyebutkan bahwa satu dari empat pengguna krim pemutih mengalami efek samping serius, seperti kulit menipis, hiperpigmentasi, hingga sensitivitas ekstrem terhadap cahaya matahari. Bahkan, meski belum terbukti ada pasien yang kondisi nya sperti ini, paparan merkuri dalam jangka panjang dapat menyebabkan keracunan.
Secara ilmiah, warna kulit manusia ditentukan oleh faktor genetik dan kadar melanin, bukan hasil dari bahan kimia pemutih. Para dermatolog merekomendasikan penggunaan bahan yang aman seperti vitamin C, niacinamide, dan tabir surya untuk membantu mencerahkan kulit tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Sebelum tergoda janji “putih seketika”, penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dan bijak dalam memilih produk kecantikan. Sebab, kunci kecantikan sejati adalah pratan. Merawat agar kulit sehat, bersih, dan alami. Diatas semua itu most importantly is nilai – nilai kepribadian adiluhung. Itulah, glowing yang sesungguhnya.


