Kalau di Nganjuk?
Nah, ini yang perlu kita perhatikan.
Data Kemenkes tersebut merupakan data surveilans nasional dan tidak berarti menunjukkan jumlah kasus Influenza A khusus Kabupaten Nganjuk. Jadi, jangan pula buru-buru mengatakan Nganjuk sedang “diserang” influenza. Namun, masyarakat Nganjuk tetap perlu waspada, loh.
Aktivitas sehari-hari membuat kita bertemu banyak orang: di sekolah, tempat kerja, pasar, kendaraan umum, fasilitas kesehatan, maupun tempat-tempat ramai lainnya. Influenza dapat menular terutama melalui partikel atau percikan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, ruangan tertutup dan kontak dekat dapat mempermudah penularan. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot atau badan, serta rasa lelah.
Jangan pula heran kalau badan terasa “remuk”. Influenza memang dapat menyebabkan nyeri badan dan kelelahan yang cukup nyata.
Terus, harus bagaimana?
Jangan panik. Tapi, jangan menyepelekan juga!
Biasakan mencuci tangan, tutup mulut ketika batuk atau bersin, gunakan masker ketika sedang sakit, jaga ventilasi ruangan, dan kurangi kontak dekat dengan orang lain ketika sedang mengalami gejala.
Dan satu lagi: jangan tunggu sampai parah baru mencari pertolongan.
Apalagi kalau muncul sesak atau napas cepat, nyeri dada, kebingungan atau mengantuk berat, bibir tampak kebiruan, tidak mampu minum, atau kondisi yang semula membaik kemudian tiba-tiba memburuk.
Kalau mau periksa di Nganjuk? Gratis kok. Khususnya bagi pemegang BPJS dan kartu jaminan kesehatan yang berlaku, layanan kesehatan tingkat pertama dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan.
Bagi yang tinggal di wilayah Kecamatan Nganjuk, salah satu pilihan adalah Puskesmas Begadung. Pengalaman kami di sana? Dokternya keren, ramah, dan mumpuni. Pelayanannya juga membuat pasien merasa nyaman.Jadi, kalau memang sedang tidak sehat, ngapain ditahan-tahan? Ayo, Lurs, para Nganjukers.
Kenali gejalanya. Cegah penularannya. Jangan menyepelekan influenza. Dan kalau perlu, manfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di sekitar kita. Sehat itu tidak harus mahal. Yang penting, jangan menunggu sakitnya menjadi mahal.



