Geliat prestasinya tidak terhenti sampai disitu saja. Dalam wawancaranya, perempuan yang pernah menjadi pembicara di international forum di Singapura tentang bagaimana teknologi membantu pembelajaran membocorkan kepada The Nganjuk Post bahwa baru-baru ini beliau telah berhasil diterima di Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam jurusan Tenologi pendidikan. “Saya ingin mengembangkan pendidikan sesuai dengan kodrat zaman dan teknologi pendidikan bagi guru merupakan sebuah urgensi yang harus dikuasai di era sekarang ini”, jawab beliau dengan mantap ketika ditanyai tentang alasannya mengambil jurusan Teknologi Pendidikan.

Banyak rencana yang ingin diwujudkanya. Untuk mengubah wajah pendidikan di Indonesia, Ibu guru cantik yang memiliki hobi traveling dan kuliner ini juga mengungkapkan keinginannya menjadi bagian dari kementrian pendidikan di negeri ini, ” Sebenarnya untuk mengubah wajah pendidikan di Indonesia, tidak hanya implementasi di lapangan saja sebagi seorang guru, tapi juga menjadi staf kementrian agar bisa memberikan perubahan yang signifikan” ungkap beliau dengan penuh ambisi untuk perubahan yang lebih baik bagi pendidikan di Indonesia.

Dari semua pencapaian dan prestasinya di dunia pendidikan, pecinta film ini mengaku bahwa kepuasan terbesarnya selama menjadi seorang guru adalah ketika bisa mengantar siswa-siswinya meraih cita-cita yang mereka impikan dan bisa menjadikan mereka versi terbaik dari diri mereka, “Saya tidak pernah mengarahkan siswa saya jadi dokter atau apapun yang orang lain mau, tapi saya berusaha mengarahkan mereka untuk jadi versi terbaik dari diri mereka sendiri” tandasnya saat menceritakan kebahagiaanya ketika bisa memiliki bonding yang kuat dengan siswa-siswinya. Untuk mengakhiri wawancaranya, secara singkat perempun tinggi semampai ini mengungkapkan bahwa titik kesuksesan menjadi seorang guru adalah ketika menjalani profesinya tersebut, guru bisa memberikan 100% apapun yang dimilikinya seperti waktu, tenaga dan pikiran untuk keberhasilan siswa-siswinya.


