Persamaan Tidak Selalu Berarti Kesamaan
Di sinilah pentingnya membedakan antara penilaian moral dan pemahaman psikologis. Kemunafikan berkaitan dengan persoalan moral dan perilaku. Seseorang dapat dengan sadar mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ia lakukan. Motifnya bisa beragam, mulai dari kepentingan pribadi, ketakutan, hingga keinginan mendapatkan pengakuan.
Sebaliknya, DID bukanlah tindakan berpura-pura memiliki kepribadian lain. Gangguan ini berkaitan dengan proses disosiatif yang kompleks dan tidak dapat disimpulkan hanya dari perubahan sikap atau perilaku seseorang.
Sebagai contoh, seseorang yang menyangkal pernah mengatakan sesuatu belum tentu sedang berbohong. Bisa saja ia benar-benar tidak mengingat peristiwa tersebut. Akan tetapi, hal itu juga tidak otomatis menunjukkan bahwa ia mengalami DID.
Diperlukan pemeriksaan dan penilaian profesional untuk memahami kondisi tersebut.
Jangan Mudah Memberi Label
Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang perlu memiliki kepekaan untuk menilai perilaku orang lain. Namun, kepekaan tersebut sebaiknya tidak berubah menjadi kebiasaan memberikan label psikologis tanpa dasar.
Tidak setiap orang yang memiliki dua sikap berarti mengalami gangguan identitas. Sebaliknya, tidak setiap perilaku yang tampak bertentangan dapat langsung dianggap sebagai kemunafikan.
Ada perbedaan antara seseorang yang sengaja menyembunyikan maksud sebenarnya dan seseorang yang mengalami gangguan dalam kesinambungan identitas maupun ingatannya.
Pada akhirnya, memahami manusia membutuhkan lebih dari sekadar melihat apa yang tampak di permukaan. Kita perlu membedakan persoalan moral, perilaku sosial, dan kondisi psikologis.
Sebab, tidak semua orang yang terlihat memiliki dua wajah sedang mengalami dua kepribadian. Dan tidak semua perubahan perilaku dapat dijelaskan dengan satu kata: munafik.
Memahami sebelum menghakimi barangkali menjadi langkah sederhana untuk melihat manusia secara lebih utuh.



