SANG PENDEKAR DI PRAKTIK PENDIDKAN

FOTO: HERI MUDA SETIAWAN/JPRK (sumber : https://radarkediri.jawapos.com )
Waktu baca: 2.5 mnit


Bagi teman-teman masa kecilnya, Pak Adi, demikian beliau kerap dipangil, dikenal sebagai pribadi ramah, unik, kadang jenaka, dan mudah bergaul. Namun di balik sikap santainya, tersimpan karakter kuat. Ia dikenal berani mengambil sikap, terutama ketika menyangkut masa depan pendidikan. Tidak banyak yang tahu bahwa ia juga seorang pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate cabang Nganjuk.

Beberapa teman bermain Pak Adi, demikian dia sering dipanggil, menyatakan bahwa pemilik nama lengkap Adi Prayitno, S.Pd., M.M., merasa tak banyak yang berubah. Beliau  tetap menjadi sosok yang tidak emosional, sabar, dan penuh humor meski saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk wilayah Kota/ Kabupaten Kediri.
Di dunia pendidikan, tidak banyak orang bekerja dalam sunyi. Tidak selalu tampil di panggung besar, tidak pula gemar menonjolkan diri. Sosok seperti itulah yang banyak orang lihat pada diri Adi Prayitno.

Kiprah dan Prestasi

Dalam catatan kariernya di dunia pendidikan, Pak Adi juga pernah meraih penghargaan sebagai salah satu pemenang dalam lomba inovasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025.
Sosoknya kembali terlihat ketika ia hadir sebagai pembicara dalam forum ilmiah yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri pada medio Januari 2026 yang baru lalu. Di hadapan mahasiswa, dan para dosen, lulusan S1 FPBS dengan program studi Bahasa Indonesia UNESA ini berbicara dengan cara yang sederhana, jauh dari kesan birokratis tetang prinsip – prinsip Pendidikan.

Gagasan Pendidikan
Dua istilah yang sering digunakan oleh Kacabdin Kediri sadalah konsep nature dan nurture dalam mendidik anak. Menurutnya, setiap anak membawa potensi alami (nature) namun potensi itu hanya akan berkembang melalui lingkungan pendidikan yang baik (nurture). Baginya, Pendidikan harus menjadi kekuatan yang membawa perubahan, bukan sekadar memindahkan pengetahuan. Disitulah makna pendekar dalam dunia pendidikan. Bukan sekadar gelar dalam dunia silat, tetapi keberaniannya dalam menjaga nilai-nilai budaya dan membantu orang lain. Selain itu, di tengah dunia pendidikan yang sering sibuk dengan angka dan administrasi, sosok-sosok yang bekerja tenang seperti Ayah satu orang putri inilah yang diam-diam menjaga arah perubahan. Bagi Pak Adi, sekolah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, serta keberanian menghadapi tantangan zaman.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *