Anak-anak tampak antusias, khidmat, sekaligus gembira mengikuti acara. Mereka tidak hanya mendengar kisah Nabi, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai teladan beliau melalui aktivitas nyata. “Kegiatan ini mengingatkan kami bahwa memiliki target adab sehari-hari jauh lebih penting daripada sekadar merayakan momentum,” ungkap salah satu guru pendamping.
Selain menanamkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara siswa dan guru. Suasana kehangatan tercipta ketika anak-anak saling mendukung dalam parade pesan kebaikan, yang menampilkan kreativitas sekaligus ketulusan mereka.
Para siswa menyampaikan kesan penuh kegembiraan. Mereka merasa bangga dapat ikut serta dalam perayaan Maulid yang berbeda dan inspiratif. Banyak yang berharap kegiatan serupa terus diadakan setiap tahun dengan ide-ide yang lebih segar, agar anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga melalui pengalaman spiritual yang membekas dalam hati. Dengan rangkaian kegiatan yang edukatif, interaktif, dan penuh makna, SDIT Baitul Izzah berhasil menjadikan peringatan Maulid Nabi 1447 H sebagai momen pembelajaran akhlak sekaligus penanaman adab dalam kehidupan nyata siswa.


