UANG 100 RIBU PER BULAN, BISA APA?!

Nama gadis kecil mungil dengan kulit agak gelap yang periang ini adalah  

Ida Herkianawati. Ida tinggal dengan ayahnya yang honorer pensiunan  di BPS dan ibunya berjualan makanan geprekan dan lain – lain. Terlahir dari keluaraga pejuang rupiah, Ida berkewajiban harus berjuang keras untuk sukses. Mewarisi karakter kerja kerasny, Ida mampu membawa 5 slop air mineral kemasan 700 ml hanya dengan sekali angkut dengan menggunakan motor milik orangtuanya. Dan sebagai anak tunggal, dia malah lebih banyak terharu memandang orangtuanya yang benar – benar pekerja keras.

Mahasiswi prodi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta ini,merupakan contoh nyata semangat dan tekad serta kerja keras ikhlas dan cerdas. Gadis berbintang Taurus, berusia 21 tahun ini menyimpan kisah perjuangan hidup yang inspiratif. Berasal dari keluarga kurang mampu, ia hanya menerima kiriman sekitar Rp100.000 setiap bulan dari orang tua. Jumlah tersebut tentu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan di kota besar. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan langkahnya. Justru dari keterbatasan, Ida belajar arti kesabaran, penghematan, dan kerja keras.

Meski dia anak tunggal, tapi karena dari  berasal dari keluarga yang berjuang keras untuk pemenuhan sehari -hari, Ida muncul sebagai sosok generasi anti strawberry (yang sekali remas ambyar). Karena kuliah di bidang kesehatan, maka Kartu Indonesia Pintar (KIP) nya tak berlaku. Ida bercerita karena orangtuanya sudah sangat berat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan indekost nya selama setahun yag benar- benar dirasa berat bagi Ida dan keluarganya, maka dia sangat ikhlas dikirimi 100 ribu oleh ibunya setiap bulan. Cukup? Dicukup-cukupkan. Caranya? Bawa magic com tua milik orangtuanya dan beras sendiri dari Nganjuk dibawa ke Solo. Tiap hari makan lauk nasi tahu tempe atau sayur yang bisa dihangatkan lagi. Itupun hampir tidak pernah makan 3x sehari. Ke kampus nebeng teman se kost. Hebat, ya?

Karena menyadari jurusan kebidanan yang ia pilih memiliki peran vital yakni pelayanan kesehatan ibu dan anak, Ida berkomitmen, untuk sukses membawa rupiah dengan harapan membalas budi orangtuanya.  Dengan tekad kuat, ia bercita-cita menjadi bidan yang bukan hanya kompeten secara profesional, tetapi juga penuh empati. Perjalanan Ida Herkianawati adalah potret kegigihan. Dari keterbatasan, ia membuktikan bahwa semangat belajar dan keyakinan mampu menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *