Editor : Rita Amalisa
Surabaya — terkesan terlambat bukan? Mungkin, karena selama beberapa waktu ini, perhatian seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk masih terkesima dengan diloloskannya Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Nampaknya ada sedikit yang terlupakan. Padahal ada sosok tokoh muda berprestasi yang tak kalah hebatnya. Sama – sama berasal dari Nganjuk, Wijaya Kurnia Santoso telah mencuri perhatian kita semua setelah dinobatkan sebagai Penyuluh Antikorupsi Dedikatif dan Inspiratif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada Wijaya Kurnia Santoso sebagai Penyuluh Antikorupsi Dedikatif dan Inspiratif pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Jawa Timur 2025, Selasa (16/12/2025). Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam membangun kolaborasi penyuluhan antikorupsi yang berkelanjutan dan inspiratif. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Hakordia 2025 yang dihadiri seluruh Bupati/Wali Kota dan Inspektur se-Jawa Timur, Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Kepala Perangkat Daerah, Direktur BUMD, serta undangan lainnya. Acara berlangsung di Grand Empire Palace, Jalan Blauran, Surabaya.
Wijaya Kurnia Santoso dinilai konsisten mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan antikorupsi yang melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan, komunitas, dan elemen masyarakat. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan penguatan nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.


