KONSISTEN HEBAT: TIM DEBAT BAHASA INDONESIA SMADA KEMBALI RAIH PRESTASI BERGENGSI

The Nganjuk Post: SMA Negeri 2 Nganjuk (SMADA) kembali menorehkan prestasi melalui Tim Debat SMADA. Setelah sebelumnya meraih Juara III pada Urban Debate Jakarta Future Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Bappeda DKI Jakarta, tim yang sama kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih Juara I sekaligus Best Speaker pada ajang Scientia Debate yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Final lomba dilaksanakan secara luring pada Sabtu 24 Juli 2026.

Prestasi tersebut diraih oleh Noval Ilham Putra (XII-4), Marcelia Rahayu Pramono (XII-5), dan Albrillyan Kusuma Admaja (XII-9). Dengan kemampuan berpikir kritis, argumentasi yang kuat, komunikasi yang efektif, serta kerja sama tim yang solid, mereka tampil konsisten sejak babak penyisihan secara daring hingga babak final yang dilaksanakan secara luring di kampus UNESA pada 24 Juli 2026 kemarin. Dalam kompetisi debat Bahasa Indonesia tersebut, mereka berhasil mengungguli peserta dari berbagai SMA, MA, dan SMK.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan Bapak Doni Romadhona, S.Pd., Gr., guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina Tim Debat SMADA. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, beliau menanamkan budaya literasi, nalar kritis, disiplin, dan kepercayaan diri sebagai fondasi utama dalam meraih prestasi. Beliau berpkir bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Yang membedakan bukanlah siapa yang paling berbakat, melainkan siapa yang mau terus belajar dan berproses.

Pertama, membaca sebelum berbicara. Semakin luas wawasan yang dimiliki, semakin kuat pula kualitas argumentasi. Kedua, membangun argumen yang logis, yaitu pendapat yang didukung alasan dan bukti, bukan sekadar opini. Ketiga, membiasakan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, sehingga mampu menghargai perbedaan dan berpikir lebih bijaksana. Keempat, berlatih secara konsisten, karena kemampuan debat lahir dari proses, bukan semata-mata bakat. Namun, semua usaha akan sia – sia jika tanpa restu orangtua dan ridhoNya. Karena, pada akhirnya, prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang tumbuhnya ilmu, adab, dan karakter dalam diri setiap peserta didik. Selamat kepada seluruh tim dan pembina. Prestasi ini tak hanya  sekadar deretan piala, melainkan jejak cahaya yang lahir dari keberanian berpikir, ketekunan berlatih, dan keyakinan bahwa mimpi besar selalu menemukan jalannya bagi mereka yang terus belajar.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *