WAKTU BACA : 3 menit
Buang angin atau kentut (maaf), atau bahasa latinnya flatus, sering dianggap sebagai sesuatu yang memalukan, terutama jika dilakukan di tempat umum. Padahal, kentut merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Gas tersebut dapat berasal dari udara yang tertelan saat makan dan minum maupun dari proses pencernaan makanan oleh bakteri di dalam usus.
Menurut penelitian Canzan dkk. (2024), keluarnya kentut pertama atau first flatus dapat menjadi salah satu tanda bahwa fungsi gerak usus mulai kembali setelah seseorang menjalani operasi saluran pencernaan. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pemberian makanan lebih awal setelah operasi dapat mempercepat waktu keluarnya kentut pertama dibandingkan dengan pemberian makanan yang ditunda.
Kentut juga membantu mengurangi gas yang terkumpul di dalam saluran pencernaan. Jika gas terlalu banyak tertahan, seseorang dapat merasakan perut kembung, begah, atau tidak nyaman. Namun, bukan berarti semakin sering kentut maka semakin sehat. Frekuensi kentut setiap orang berbeda dan dapat dipengaruhi oleh jenis makanan serta kondisi sistem pencernaan.
Lalu, mengapa pasien setelah operasi sering ditunggu kentut sebelum makan?



