AKAL SEHAT YANG MEMBEBASKAN (dari Fanatisme Berkedok Kebenaran)

Belakangan, suasana percakapan terasa mudah memanas. Di grup keluarga, beda pendapat soal sekolah anak ataupun pilihan politik yan berbeda bisa berujung saling diam. Atau, keluar dari grup medsos keluarga. Di lingkungan RT, usul kecil tentang kerja bakti atau iuran sering berubah jadi saling sindir. Bahkan obrolan santai di warung kopi cepat beralih dari bercanda menjadi adu benar. Bahkan, status WA dimanfaatkan untuk saling sindir. Belum lagi chats di kolom komentar di media sosial yang berhamburan dengan kata -kata kotor saru dan kasar. Apakah hidup benar-benar semakin rumit, atau cara kita memikirkannya yang makin ruwet? Di keseharian, mengapa orang mudah tersulut: bahkan tentang hal yang paling remeh sekalipun? Beda pendapat sedikit jadi pertengkaran, kritik kecil terasa serangan, informasi baru langsung dibela mati-matian meski belum tentu kebenaranya. Haloo, perbedaan itu bukan sebuah pertandingan yang harus dimenangkan! Tapi untuk dipahami.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *