Autentik Asyik: Mbecek di Nganjuk

Tanpa sate kambing, harga seporsi Nasi Becek dan Sate Kambing Pojok berkisar 20 ribu rupiah. Nur Hassan, mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang juga sempat mampir mengatakan bahwa tempat terbaik untuk menikmati makanan ini, menurutnya adalah Warung Nasi Becek yang ada di daerah Jalan Dr. Soetomo. “Tempatnya sangat otentik dan merupakan gems yang tersembunyi.”

sumber gambar : dokumen pribadi penulis

Pengalaman menikmati makanan Nasi Becek dan Sate Kambing Pojok di warung-warung sederhana di kota Nganjuk ini tidak hanya membawa ke nuansa rasa yang menarik, tetapi juga memberikan kehangatan budaya lokal. Warung-warung ini sering kali dipenuhi dengan cerita dan tawa pengunjung yang sekedar lewat atau sengaja berhenti ungtuk bersantap. Di era perekonomkan  yang agak tersendat seperti sekarang ini, memang mengeluarkan dana sekitar 50 ribuan untuk menikmati sepiring nasi becek dan 10 tusuk sate yang nikmat menjadi terasa agak berat. Namun  jika Anda memang belum pernah mencoba nasi becek dan sate kambing pojok ini, maka pengalaman kuliner khas Nganjuk ini menjadi berharga.

sumber gambar : dokumen pribadi dr. Yanni

SSC

One thought on “Autentik Asyik: Mbecek di Nganjuk

  1. Nasi becek beda dengan nasi gule walau sedikit ada kemiripan . Nasi becek yg recomeden dinganjuk masih tetap warung nasi becek yg berposisi dekat lampu merah Jl.A .Yani. Rasa masih tidak ada duanya walau secara pelayanan bagi saya kurang maksimal …because harus makan disitu kalau beli untuk dibawa pulang…itu yg terjadi beberapa kali di saya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *