Cerita Tentang Baduy

“Pendek teu meunang disambung; Lojong teu meunang dipotong” (Pendek tidak boleh disambung; Panjang tidak boleh dipotong)

Prinsip warga Baduy tersebut menggambarkan bagaimana mereka hidup berdampingan dengan alam. Alam ibarat teman yang perlu dirawat agar saling bermanfaat. Bukan malah dieksploitasi secara berlebihan, bahkan cenderung menghancurkan. Bayangkan ketika membangun rumah saja, tanah tidak mereka ratakan. Bentuk bangunan lah yang mereka sesuaikan dengan kontur permukaan. Mereka hidup tanpa listrik, apalagi koneksi internet. Sehari-hari mereka mencuci dan mandi tanpa bahan kimia, cukup dengan air yang bersih lagi membersihkan. Kearifan lokal yang mengajarkan kita banyak hal.

Salah satu nilai yang kami resapi dalam kunjungan kami ke Baduy Dalam adalah bagaimana merasa cukup, tidak melebihi kebutuhan, tidak diperbudak keinginan. Tentu hal yang susah untuk dilakukan apalagi bagi kita yang sudah larut dalam kemajuan jaman. Menunggu HP penuh dicas saja kadang kita tidak sabar. Tanpa sadar, kita terbelenggu atas ketergantungan teknologi.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *