HAMZA D BAITUL IZZAH

Nganjuk – Komitmen SMAI Insan Cendekia Baitul ‘Izzah dalam membangun lingkungan pembelajaran berwawasan global kembali ditegaskan. Melalui program Academic Speaking & Presentation Skills yang dilaksanakan pada 19–23 Januari 2026, suasana sekolah berubah menjadi panggung diplomasi akademik bagi para siswa kelas X hingga XII.

Program ini menghadirkan Hamza Sajid, seorang English Partner yang difasilitatori oleh AIESEC Universitas Brawijaya Malang. Hamzah merupakan  seorang mahasiswa program Bachelor Degree jurusan Industrial Control and Automation Engineering di Murdoch University, Perth, Australia. Kehadiran Hamza bukan sekadar sebagai guest teacher, melainkan sebagai academic speaking coach yang membawa misi besar: mematahkan belenggu rasa takut berbicara bahasa Inggris di depan publik.

Kepercayaan Diri di Atas Kesempurnaan

Selama sepekan, siswa diajak menyelami sistem pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik berbicara hingga 80 persen. Mengusung prinsip “Confidence Over Perfection”, Hamza merancang setiap sesi untuk membantu siswa mengatasi hambatan mental seperti rasa ragu dan kurang percaya diri. “Speaking ability is not about grammatical perfection, but rather the clarity of ideas and the courage to deliver them.”  ungkap Hamza saat membuka sesi Academic Speaking Awareness  pada Senin pagi di depan seluruh siswa setelah English speech yg merupakan program public speaking bagi siswa SMAI Insan Cendekia Baitul ‘Izzah. Pendekatan ini terbukti efektif dimana suasana kelas yang biasanya formal berubah menjadi ruang diskusi yang hidup melalui media digital dan permainan bahasa bertema presentasi akademik.

Jembatan Menuju Pendidikan Global

Tidak hanya soal teknik berbicara, program ini juga menjadi jendela bagi siswa untuk melihat dunia luar. Melalui sesi Forum Group Discussion (FGD), Hamza yang memiliki latar belakang multicultural kelahiran Pakistan dan domisili Singapura tersebut berbagi strategi nyata meraih beasiswa serta tips beradaptasi di lingkungan internasional.

Antusiasme siswa tampak memuncak saat membahas topik Study Abroad & Scholarship. Wawasan mengenai peran IELTS, etika komunikasi internasional, hingga Personal Branding menjadi bekal berharga bagi siswa. Terlebih, latar belakang Hamza di bidang Industrial Control and Automation Engineering menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa yang berminat pada kemajuan teknologi dan teknik tingkat lanjut. Keseriusan belajar di ruang kelas bukan akhir dari segalanya. Sebelum terjun ke masyarakat, siswa terlebih dahulu digembleng melalui simulasi diskusi ala kampus luar negeri. Dalam sesi bertajuk “How to Think and Speak Like a University Student”, Hamza melatih siswa untuk menyampaikan pendapat secara logis, sopan, dan argumentatif. Hasilnya, transisi pola pikir dari siswa menengah menuju pola pikir mahasiswa mulai terlihat nyata pada keberanian mereka beradu argumen di depan kelas.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *