Penulis : Dani Susilowati
Editor : Anjanu Rania Pinayungan & Arum Nur Haliza
Eits, ada kabar gembira nih!
WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia yang sudah berdiri sejak 7 April 1948 sebagai penggerak kesehatan global, kembali bikin gebrakan lewat Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April 2025.
Tahun ini, WHO membuat kampanye keren bertajuk “Healthy beginnings, hopeful futures” atau kalau diterjemahin “Awal yang sehat, masa depan penuh harapan”. Kece banget kan judulnya?
Kampanye ini bakal ngajak semua negara buat lebih serius ngurusin kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir. Soalnya, data menunjukkan hampir 300.000 ibu meninggal karena kehamilan atau persalinan tiap tahun. Belum lagi, lebih dari 2 juta bayi meninggal sebelum umur sebulan dan jutaan lainnya meninggal dalam kandungan. Sedih banget kan dengernya?
Nah, kabar baiknya nih dari Nganjuk! Berdasarkan data BPS Kabupaten Nganjuk, angka kematian bayi di Bumi Anjuk Ladang diprediksi turun drastis. Tahun 2020 angkanya masih 14,96 per seribu kelahiran hidup, tapi tahun 2025 bakal turun jadi 11,47. Penurunan 3,49 poin ini jadi bukti kalau layanan kesehatan ibu dan anak di Nganjuk makin oke!
Di Indonesia sendiri, WHO serius banget menggarap berbagai masalah kesehatan. Mulai dari perang melawan TB, HIV/AIDS, sampai pengembangan imunisasi.
Sayangnya, menurut sebagian warga Nganjuk penyakit HIV Sampai Oktober 2023 jumlah penderitanya sudah mencapai 2.300 kasus dengan tambahan 240 kasus baru dalam 10 bulan terakhir. Yang bikin prihatin, kasus HIV/AIDS juga ditemukan pada ibu rumah tangga dan anak-anak. Ini menunjukkan kalau penyakit ini tidak cuma menyerang kelompok tertentu aja.
Yuk, kita dukung bareng-bareng kampanye WHO ini supaya kesehatan ibu dan bayi di Indonesia, khususnya di Nganjuk, makin mantap! Kesehatan adalah investasi masa depan, jangan sampai kita mengabaikannya!



