Pasien karena Bau Badan?
Secara medis, tidak ada data spesifik mengenai jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit atau paramedis khusus untuk keluhan “bau badan” saja. Apalagi tidak akan pernah ada orang meninggal dunia karena bau badan ataukarena mati kebanyakan keringat bukan? Bau badan atau bromhidrosis umumnya tidak dikategorikan sebagai penyakit darurat atau diagnosis utama dalam sistem rekam medis rumah sakit. Pihak rumah sakit biasanya memasukkan data kunjungan berdasarkan penyakit klinis yang mendasarinya, bukan gejalanya.
Jika seseorang datang ke rumah sakit atau menemui paramedis terkait masalah bau badan, kunjungan tersebut akan tercatat ke dalam beberapa kategori kondisi medis berikut:
Hiperhidrosis (Keringat Berlebih): Banyak pasien datang ke dokter spesialis kulit karena produksi keringat yang berlebihan. Kondisi inilah yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.
Penyakit Metabolik dan Sistemik: Bau badan yang berubah drastis atau menyengat secara tidak wajar bisa menjadi gejala penyerta dari penyakit seperti diabetes (diabetik ketoasidosis), gangguan ginjal, atau hipertiroidisme. Pasien dalam kategori ini akan terdata di bawah poliklinik penyakit dalam.
- Infeksi Kulit: Masalah bau ketiak yang parah terkadang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur pada lipatan kulit (trichomycosis axillaris atau eritrasma).
Tidak Ada Pasien Bau Badan
Karena itu, tidak ada angka atau statistik pasti. yang ada adalah laporan penanganan pasien penyakit kulit (dermatologi) atau penyakit dalam, bukan sebagai data tunggal “pasien bau badan”. Di sinilah kita perlu membedakan satu hal: berkeringat itu normal, tetapi membiarkan bau tubuh mengganggu orang lain adalah persoalan yang berbeda. Karena, keringat merupakan mekanisme alami tubuh. Ketika suhu tubuh meningkat, kita berolahraga, bekerja keras, atau berada di lingkungan yang panas, tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu mengatur suhu. Jadi, tidak ada yang salah dengan berkeringat. Yang menjadi masalah adalah ketika keringat bercampur dengan bakteri di kulit dan menghasilkan aroma yang tidak sedap—terlebih ketika tubuh tidak segera dibersihkan dan pakaian yang basah oleh keringat terus dikenakan.
Masih mengaggapitu sesuatu yang sexy? Biyuuuh!
Karena itu, menjaga kebersihan tubuh bukan semata-mata tentang penampilan. Ini juga tentang menghargai ruang bersama.
Anjuran
1. Mandi secara teratur.
2. Ganti pakaian setelah banyak berkeringat.
3. Bersihkan area tubuh yang mudah berkeringat.
4. Gunakan deodorant atau antiperspirant bila diperlukan. Dan jika bau tubuh tetap kuat meskipun kebersihan sudah dijaga, jangan selalu menyalahkan deodorant.
Artinya, jika masalah terus berulang, mungkin sudah waktunya mencari tahu penyebabnya, bukan sekadar menutupinya dengan parfum.
Sebab parfum tidak selalu menyelesaikan masalah.
Kadang parfum hanya membuat dua bau bertemu di udara. Kita memang tidak bisa memilih untuk tidak pernah berkeringat. Tubuh manusia memang bekerja seperti itu. Tetapi kita bisa memilih untuk peduli setelah keringat itu muncul. Karena hidup bersama orang lain berarti memahami bahwa tubuh kita berhenti menjadi urusan pribadi ketika dampaknya mulai memenuhi ruang orang lain.



