MEDIA FRAMING: Dari Perang Senjata ke Perang Narasi Media

Sumber: berbagai sumber | Waktu baca: ±5 menit

Kita tentu masih ingat polemik tentang—kalau boleh disebut demikian—kasus orisinalitas ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia. Peristiwa itu sempat memecah masyarakat ke dalam beberapa kubu. Ada yang berdiri di pihak penggugat, ada pula yang teguh berada di belakang Presiden ke-7. Di antara keduanya, tentu ada kelompok lain yang memilih bersikap ambigu: tidak sepenuhnya mendukung salah satu pihak, tetapi juga tidak sepenuhnya menolak.

Peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana opini publik dapat terbentuk dan terbelah oleh arus informasi. Media, pernyataan tokoh, hingga percakapan di ruang digital ikut membentuk cara masyarakat memahami suatu peristiwa.

Dalam dunia jurnalistik internasional, fenomena pembentukan opini oleh narasi media juga pernah menimbulkan kontroversi besar. Salah satu contoh yang ramai dibicarakan adalah laporan wartawati CNN Clarissa Ward yang sempat viral karena tampak seolah-olah berada dalam situasi serangan saat meliput konflik Gaza. Video tersebut kemudian memicu perdebatan luas mengenai bagaimana dramatisasi situasi lapangan dapat mempengaruhi persepsi publik.

Kasus seperti ini bukan yang pertama. Sejarah jurnalisme mencatat beberapa peristiwa ketika narasi media ikut membentuk opini dunia bahkan sebelum kebenarannya sepenuhnya diverifikasi.

Pada tahun 1990, menjelang Perang Teluk, seorang gadis Kuwait bernama Nayirah memberikan kesaksian di Kongres Amerika Serikat. Ia mengaku melihat tentara Irak mengeluarkan bayi dari inkubator di rumah sakit Kuwait dan membiarkan mereka meninggal di lantai. Kisah ini disiarkan luas oleh media internasional dan memicu kemarahan publik terhadap Irak. Namun kemudian terungkap bahwa Nayirah adalah putri duta besar Kuwait di Amerika Serikat dan kesaksiannya difasilitasi oleh firma hubungan masyarakat Hill & Knowlton. Bukti kuat tentang peristiwa tersebut pun tidak pernah benar-benar ditemukan.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *