KLAKERAN, TRADISI RAMADAN REMAJA SUGIHWARAS

Sugihwaras, Ngancar – Di saat sebagian remaja menghabiskan waktu Ramadan dengan kegiatan yang umum seperti berkumpul atau sekadar menunggu waktu berbuka, remaja Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, memiliki tradisi unik yang dikenal dengan sebutan “klakeran”. Tradisi ini menjadi warna tersendiri dalam suasana Ramadan di wilayah lereng Gunung Kelud.

Dibuat dari kayu waru dan mahoni yang banyak tumbuh di area tersebut, Klakeran, yang jika kecil klakerannya muat 1 – 2 remaja saja dan jika cukup besar biasa ditumpangi 4 – 5 remaja dengan 1 sebagai pendorong/ sopir, merupakan aktivitas bermain seluncur yang sangat menyenangkan yang dibuktikan dengan keceriaan di wajah para anak dan remaja tersebut.  Dengan menggunakan papan kayu sederhana yang dibuat secara mandiri tersebut, Klakeran dirancang agar dapat meluncur di jalan beraspal yang menurun, memanfaatkan kontur geografis desa Sugihwaras yang memang naik turun. Maklum daerah highland bukan?(lihat video) Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah salat Subuh berjamaah maupun saat ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa, dengan melibatkan sejumlah remaja yang bergantian meluncur sambil disaksikan teman-temannya.

Tradisi Klakeran ini tumbuh sebagai bentuk kreativitas anak muda desa Sugihwaras dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Tanpa memerlukan peralatan mahal, para remaja mampu menghadirkan hiburan yang sederhana namun sarat kebersamaan. Suasana penuh canda dan semangat menjadikan klakeran bukan sekadar permainan, melainkan juga ajang mempererat hubungan sosial antarwarga muda di desa.

Selain menjadi sarana hiburan, Klakeran juga mencerminkan kreativitas dan kebersamaan remaja desa Sugihwaras dalam mengisi bulan suci Ramadan. Namun, melihat kecepatan yang dapat dicapai oleh Klakeran hingga 40km/ jam  kegiatan ini tetap memerlukan perhatian dari segi keselamatan, mengingat penggunaan jalan umum dan minimnya perlengkapan pelindung. Dengan pengawasan dan kesadaran bersama, tradisi ini diharapkan tetap menjadi bagian positif dari dinamika Ramadan di Sugihwaras. Serta, dapat dikembangkan menjadi potensi pariwisata Desa Sugihwaras Kecamatan Nganncar tentunya! Remaja Desa Sugihwarasmemang keren. Dan, Nganjuk bisa juga, euy!

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *