Sineas Muda Baitul Izzah Hidupkan Sejarah di Lomba Video “Anjuk Ladang 2025”

Nganjuk, 26 Oktober 2025 — Semangat pelajar Nganjuk dalam merawat warisan sejarah daerah kembali menggema lewat ajang Lomba Video Promosi “Anjuk Ladang 2025”, yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk.

Dengan mengusung tema inspiratif “Menghidupkan Sejarah, Melestarikan Budaya”, perlombaan ini mengajak generasi muda untuk memandang Museum Anjuk Ladang bukan sekadar tempat penyimpanan artefak masa lalu, tetapi sebagai ruang yang hidup—menyimpan napas sejarah dan nilai kebudayaan yang membentuk identitas Nganjuk.

Dari sekitar 120 karya video yang dikirim oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari SMA, MA, SMK hingga perguruan tinggi—SMA Islam Insan Cendekia Baitul Izzah tampil menonjol dan mencuri perhatian dewan juri. Sekolah ini berhasil menyapu tiga penghargaan bergengsi sekaligus.

Dalam pengumuman pemenang yang digelar pada 26 Oktober 2025, tim utama SMA Islam Insan Cendekia Baitul Izzah sukses meraih Juara 2 dengan karya video yang menggugah imajinasi dan rasa bangga terhadap budaya lokal. Melalui sentuhan visual yang indah dan narasi yang menyentuh, mereka menampilkan Museum Anjuk Ladang sebagai simbol perjalanan panjang peradaban Nganjuk—tempat di mana masa lalu berbicara kepada masa kini, mengingatkan kita untuk tidak melupakan akar sejarah yang menjadi pijakan kemajuan.

Tim pemenang yang terdiri dari Salma Nur Fianulillah, Dwi Octavia Rahmawati, dan Ayu Suryaningsih ini menonjol karena keberhasilannya mengolah ide, gambar, dan pesan menjadi satu kesatuan yang harmonis. Video mereka menampilkan perpaduan sinematografi yang apik,  narasi yang kuat menggabungkan dengan kekhasan budaya lokal, sehingga mampu menghidupkan kisah di balik benda-benda bersejarah yang tersimpan di museum tersebut.

Prestasi tidak berhenti di sana. Dua tim lain dari sekolah yang sama juga mengukir capaian membanggakan: Juara Harapan 1 diraih oleh Mutingatus Sholichah, Kiara Shindu Althafunnisa, dan Shaista Zahia Almita, sementara Juara Harapan 2 disabet oleh Martino Nova Afganda, Radhitya Tri Waskito, dan Dilova Ayu Angelica. Tiga penghargaan dari satu sekolah menjadi bukti nyata bahwa SMA Islam Insan Cendekia Baitul Izzah berhasil membangun iklim pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan kecintaan terhadap sejarah serta budaya lokal.

Lomba Video Promosi “Anjuk Ladang 2025” sendiri merupakan agenda tahunan Disporabudpar Nganjuk yang bertujuan meningkatkan literasi sejarah dan kecintaan masyarakat terhadap situs-situs budaya lokal, khususnya Museum Anjuk Ladang. Museum ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang Kabupaten Nganjuk, menyimpan artefak peninggalan masa Hindu- Buddha hingga era kemerdekaan, sekaligus menjadi sumber pembelajaran sejarah bagi generasi penerus. Melalui karya digital para pelajar, museum tersebut kembali bersuara—menyapa masyarakat dengan cara yang baru, lebih segar, dan lebih dekat dengan generasi muda.

Keberhasilan tim-tim SMA Islam Insan Cendekia Baitul Izzah ini menjadi cerminan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, teknologi dapat menjadi jembatan untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah. Mereka menjadikan kreativitas sebagai bentuk cinta terhadap tanah kelahiran, serta menjadikan video sebagai media edukatif yang membangkitkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Dengan torehan prestasi ini, Baitul Izzah menegaskan posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menumbuhkan jiwa pelestari budaya dan penjaga sejarah. Semoga semangat “Menghidupkan Sejarah, Melestarikan Budaya” ini terus tumbuh di hati para pelajar Nganjuk—agar warisan masa lalu tidak sekadar dikenang, tetapi dihidupkan kembali lewat karya yang bermakna bagi generasi masa depan.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *