TAK TERTANDINGI: SMAN YANG MELOMPAT LEBIH TINGGI

Di Kabupaten Nganjuk, hasil rilis pengumuman Seleksi Nasional Berbasis Test (SNBT) tanggal 28 Mei selasa kemarin jauh lebih mengejutkan dibanding pengumuman Seleksi Nasional Berbasis prestasi / Raport (SNBP). Dan, kata luar biasa patut kita sematkan kepada Semua Kepala Sekolah dengan capaian nya sepanjang tahun 2025 ini. Gawe besar di SMAN selalu pada 3 hal: input – proses – output. Input ditandai dengan riak – riak sistem peneriman murid baru (SPMB), Proses ditandai dengan kelincahan siswa dalam berkiprah, berprestasi, dan memaknai pembelajaran sepanjang hayatnya selama belajar di SMA dan output ditandai dengan hasil SNBP dan SNBT nya. Sedangkan jalur mandiri maupun kedinasan tidak terlalu menarik untuk dibahas. Ada beberapa alasan yang berkode menilik dari sistem seleksi yang dipakainya.

Meskipun Siswa Nganjuk hanya mendapatkan 300 krsi dari total kursi yang ada yakni sebanyak 259.564 Kursi dari total peserta sebanyak 860.976, untuk UTBK-SNBT 2025 ini, tapi ini merupakan
catatan terbaik dari yan selama ini ada. Kursi terbanyak tetap diraih oleh SMAN 2 Nganjuk, namun apa yang dihasilkan dari sekolah – sekolah di kecamatan – Kecamatan sungguh luar biasa seperti SMA
Pace, Ngrongot, Prambon, Gondang, patianrowo, dan SMAN Rejoso. Sedangkan SMAN TANJUNGANOM, SMAN SUKOMORO dan SMAN LOCERET mengalami stagnasi meski tidak terlalu signifikan. Di kecamatan kota Nganjuk, SMAN 1 dan SMA 3 benar – benar amazing dengan capaianya yang meroket (dibanding tahun lalu) yang mendampingi laju SMAN 2 di kota dan SMAN Kertosono di kecamatan pinggiran kota.

Dengan capaian seperti ini, SMAN 3 tampil membanggakan. Karena di kecamatan kota terdapat 3 SMAN dan masyarakat paham bahwa SMAN 3 meski anak buncit, ternyata mampu membuktikan bahwa 6 siswanya mampu menembus 3 dari 10 Perguruan Tingi Negeri (PTN) kelompok A yakni di 1 Orang di Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) 3 orang Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Brawijaya (UB). Sungguh sangat membanggakan. Hal ini mengingat berapa jumlah siswa yang masuk ke sekolah ini dari jalur prestasi.

Demikian pula dengan SMAN 1 Nganjuk. Jumlah peserta didik yang masuk lewat jalur raport ini angka terakhirnya masih dibawah SMAN Tanjunganom. Maka jika menilik dari hasil capaian serta dikaitkan dengan teori input – proses – output, maka SMAN Tanjunganom harus segera berbenah diri kalau tidak ingin SMAN 3 Nganjuk menyalip prestasinya.

Untuk SMAN 2 Nganjuk, jumlah siswa yan diterima di jalur SNBT memang menakjubkan, jauh meninggalkan SMAN yang lainnya. Namun, seperti yan pernah ditulis sebelumnya dan kadang – kadang kita dengar diantara angota masyarakat yang sangat menyakitkan ketika ada yang mencibir bahwa siswa SMAN 2 Nganjuk sudah pandai dari sononya, makanya sukses di SNBT yang diangap lebih bergengsi. Sambil mereka merekomendasi guru SMAN 2 Nganjuk yang tidak menguasai materi pelajarannyauntuk segera dipindah.

Rekomendasi
1. Sekolah – sekolah yang selama ini dinggulkan, harus segera berbenah diri memperbaiki kualitas pembelajarannya. Karena di era chatbot seperti saat ini, guru tak lagi berperan secara penuh
menjadi role model untuk bidang akademik. Yang diperlukan adalah seorang guru yang mampu membimbing siswanya mencapai tujuannya. Bila siswa hanya menghendaki ijazah saja, maka tugas bapak ibu guru adalah membekali siswanya dengan ketrampilan hidup yang dibutuhkan. Misal bidang kewiarusahan dan ekonimi kreatif.
2. Stigma bahwa siswa SMAN 2 Nganjuk sudah pandai dari sananya adalah komentar yg bisa dijadikan cambuk untuk menjadi lebih hebat melesat. Maka adakan lah kegiatan pendadaran di sekolah tanpa harus les diluar. Dan atau siswa dimotivasi agar mereka memanfaatkan bebagai aplikasI dari
Akal Imitasi (AI) untuk mengembangkan kemampuan akademiknya jika guru dianggap tak mampu secara akademis karena pada dasarnya Guru mengajarkan karakter melalui penguasan akademiknya.
3. Suksesnya hidup memang tidak bisa mengandalkan kemampuan akademik saja, oleh sebab itu, para guru wajib mendampingi siswa-siswinya saat mereka berada pada posisi mental yang harus membutuhkan motivasi dari seorang guru. selain juga untuk pembentukan karakter mereka. Karena, kasus remaja sudah sering kita dengar dengan hal hal negatifnya.

Selamat untuk semuanya!
Selamat berjuang menakhlukkan belantara kehidupan.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *