
Dani Susilowati
Waktu baca : 3 menit
Keponakan seorang rekan kerja (Pak Kabul, red) yang meninggal tadi pagi membuat seluruh keluarga berduka. Apalagi, bocah laki – laki berusia 14 tahun tersebut meninggal karena radang hepatitis. Kok bisa sih. Baca juga: sakit hati, jangan pilih mati.
Hepatitis adalah peradangan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol, penggunaan obat tertentu, maupun kondisi autoimun. Meskipun siapa pun dapat terkena hepatitis, terdapat kelompok-kelompok tertentu yang lebih rentan terhadap penyakit ini. Berikut adalah sepuluh kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus:
Siapa saja yang rentan terkena hepatitis?
Ini dia 10 kelompok yang perlu lebih waspada:
1. Bayi baru lahir dari ibu dengan hepatitis
Penularan vertikal dari ibu ke anak berisiko tinggi, terutama pada hepatitis B dan C.
2. Penderita gangguan imun
Individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS, lebih mudah terinfeksi dan mengalami komplikasi.
3. Tenaga medis
Petugas kesehatan memiliki risiko tinggi karena sering terpapar darah dan cairan tubuh pasien.
4. Pengguna narkoba suntik
Berbagi jarum suntik meningkatkan risiko penularan hepatitis B dan C.
5. Pasien hemodialisis
Proses dialisis yang melibatkan peralatan medis meningkatkan potensi paparan virus hepatitis.
6. Peminum alkohol berat
Zat yang terkandung dalam alcohol dapat mengkerutkan lever/ hati
7. Pasangan seksual dari penderita hepatitis
Hubungan intim tanpa pengaman dapat menjadi jalur penularan virus hepatitis.
8. Individu dengan gaya hidup seks bebas
Risiko meningkat akibat paparan virus dari banyak pasangan seksual.
9. Penduduk daerah endemis
Orang yang tinggal di wilayah dengan prevalensi hepatitis tinggi lebih berisiko tertular.
10. Pekerja migran dan pengungsi
Akses terbatas terhadap layanan kesehatan meningkatkan risiko infeksi dan keterlambatan diagnosis.
Peningkatan kesadaran, vaksinasi, dan deteksi dini sangat penting untuk melindungi kelompok rentan ini dari dampak hepatitis yang dapat berujung pada komplikasi serius.
Sumber:
- World Health Organization. (2024). Hepatitis. Retrieved from https://www.who.int
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis Virus.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Viral Hepatitis Risk Factors. Retrieved from https://www.cdc.gov/hepatitis


