Jadi Remaja Keren Itu Saat Bisa Menjaga dan Menghargai Sesama

Di balik seragam sekolah, tugas yang menumpuk, dan candaan di sela-sela pelajaran, ada dunia remaja yang tidak selalu mudah dijalani. Tekanan pergaulan, konflik pertemanan, bullying, hingga ucapan yang dianggap “sekadar bercanda” sering kali meninggalkan luka yang tak terlihat. Tidak semua kekerasan meninggalkan bekas fisik. Sebagian justru hadir lewat kata-kata yang perlahan melukai mental dan rasa percaya diri seseorang.

Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Dinas Sosial PPPA bersama SMA Islam Insan Cendekia Baitul Izzah menggelar kegiatan psikoedukasi bagi para siswa pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini bukan sekadar seminar formal, tetapi menjadi ruang belajar bersama tentang bagaimana remaja dapat saling menjaga, menghargai, dan menciptakan lingkungan yang aman serta sehat bagi semua.

Sejak kegiatan dimulai, suasana terasa hangat dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan semangat karena materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Tidak hanya membahas tentang pendidikan, kegiatan ini juga mengangkat persoalan keluarga, pergaulan remaja, hingga kesehatan mental.

Acara yang dihadiri anggota DPRD Kabupaten Nganjuk anggota Komisi IV yaitu Bapak Eko Wahyu Mareta Diputra berlangsung cukup menarik. Pada kesempatan itu Beliau menyampaikan sambutan yang memotivasi siswa.  Dalam pemaparannya, beliau mengajak para siswa untuk mulai membangun visi pribadi sejak usia muda. Menurutnya, setiap remaja perlu memiliki tujuan hidup dan cita-cita yang jelas agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan lebih terarah. Beliau juga menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting sebagai benteng sekaligus pondasi utama bagi anak-anak. Lingkungan keluarga yang hangat, penuh perhatian, dan komunikasi yang baik akan membantu remaja tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara mental maupun moral.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *