FesHAN 2024 juga mengundang stakeholder di Kabupaten Nganjuk, terutama Penjabat (PJ) Bupati Nganjuk saat ini, yakni Sri Handoko Taruna. Kehadirannya memberi kesempatan bagi anak-anak di Kabupaten Nganjuk menyampaikan aspirasinya yang diwakili oleh Pengurus FANTASI 2024, yakni Daffa Elvano Maulana Khabib dan Vara Lovenia Putri (Ketua dan Wakil Ketua FANTASI 2024). Aspirasi anak – anak melalui pengurus FANTASI 2024 dirumuskan menjadi Suara Anak Nganjuk 2024. Penjaringanaspirasi dilakukan melalui tahapan menjaring hingga mengkaji aspirasi yang telah disampaikan oleh Anak-anak Nganjuk melalui beberapa program penjaringan aspirasi yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh FANTASI. Salah satu program tersebut adalah Sehari Menjadi DPR, Deklarasi 4 di tahun 2023 lalu. Menambah keseruan dalam berkompetisi, dalam acara FesHAN 2024 juga terdapat rangkaian acara “Short Movie Competition Festival Hari Anak Nasional 2024” dengan tema “Cah Nganjuk Anti Pergaulan Bebas, Ciptakan Diri Berkualitas” yang dapat diikuti oleh Anak-anak Nganjuk di usia 13 hingga 18 tahun, baik individu maupun beregu. Pemenang dalam kompetisi tersebut menerima penghargaan pada puncak acara FesHAN 2024 Sabtu kemarin (27/7).

Anak adalah investasi bangsa di masa mendatang. Kualitas sumber daya manusia suatu bangsa ditentukan melalui kesadaran maupun tindakan pemerintah maupun masyarakat dalam pemenuhan hak anak. Tindakan yang menjamin pemenuhan hak anak oleh Pemerintah maupun Masyarakat menjadi Langkah kongkrit mencapai visi Indonesia emas 2045, yakni menciptakan generasi yang unggul. “Dan, tentu saja, anak Nganjuk adalah masa depan Nganjuk.” Demikian yang disampaikan oleh Penjabat (PJ) Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna
Dengan terselenggaranya kegiatan FesHAN 2024 ini, diharapkan lebih banyak pihak yang semakin mengetahui informasi mengenai pentingnya pemenuhan hak anak. Dan yang paling penting, pemenuhan hak anak tidak hanya terimplementasi saat peringatan Hari Anak Nasional saja atau sebatas bahan bacaan atau kajian dari Peraturan Pemerintah No. 78/ 2021 saja, namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Dan, Nganjuk pun makin melesat, lurs!


