ESTAFET TUNAS KELAPA (ETK) 2023: WUJUD BRANDING GENERASI MUDA

Upacara Pembukaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2023 sukses dilaksanakan di tanah kemenangan, Anjuk Ladang. Bertujuan untuk membumikan pramuka, kegiatan ini digelar dalam rangka Bulan Bakti Pramuka pada Hari Pramuka ke-62 oleh Kwartir Cabang Nganjuk. Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA turut membuka acara yang akan diselenggarakan selama hampir satu bulan ini.

“Filosofi kepramukaan seperti semangat gotong royong, kreatif, dan bekerja sama sekarang sudah mulai luntur, sehingga perlu ditumbuhkan lagi,” pungkas Kang Marhaen di hadapan seluruh peserta ETK 2023.

Acara ini dihadiri oleh Kwartir Daerah Jawa Timur, Forkopimda, seluruh OPD Pemkab Nganjuk, seluruh Camat Nganjuk, Kepala Cabang Dinas Provinsi, Kadis Daerah, Ketua MPD, MKKS SMP/MTs Negeri/Swasta dan MKKS SMA/SMK Negeri Swasta beserta pengurus, serta andalan cabang gerakan pramuka Nganjuk.

Wakil Ketua Bidang Humas Abdimas Kak Itsna Shofiani juga turut memberikan selayang pandang pada pembukaan ETK 2023 yang diselenggarakan di Pendopo KRT Sosrokoesoemo. Menurut Kak Itsna, ETK kali ini mengusung tema Smart and Fresh demi mewujudkan branding generasi muda sesuai arahan Kang Marhaen.

Sebanyak 15 pasukan inti ETK akan melanjutkan agenda arak-arakan menuju 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk setelah upacara pembukaan berakhir. Bendera merah putih, bendera wosm, dan bendera pataka masing-masing dibawa oleh 1 orang, bibit tunas kelapa dibawa oleh 2 orang, kemudian diikuti 10 orang membawa bendera tunas kelapa. Sebelumnya, pasukan ini akan melakukan arak-arakan dengan jalan kaki menuju Jalan R.A. Kartini kemudian ke Jalan Imam Bonjol dilanjutkan ke Perempatan Ploso lalu ke Jalan A. Yani menuju Tugu Jayastamba kemudian ke Kwaran Kecamatan Bagor baru menuju ke seluruh kecamatan hingga akhirnya kembali ke pendopo KRT Sosrokoesoemo.

Uniknya, arak-arakan juga turut dimeriahkan oleh siswa TK, SD, SMP, dan SMA di seluruh kecamatan di Nganjuk. Mereka menyambut dengan kibaran miniatur bendera merah putih di pinggir jalan layaknya pagar betis dalam sebuah acara. Namun, sayangnya mereka yang dianggap bibit generasi muda belum mampu membranding dirinya untuk menjadi insan yang bertanggung jawab. Pasalnya, ketika acara berakhir, jalanan pun tak kalah meriah dengan sampah plastik sisa acara.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *