“Dalam menjalani hidup, kita harus berani. Berani mimpi, berani mencoba, dan berani gagal”, begitu kiranya prinsip hidup Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA. Ketiganya bagikan sinergi kehidupan baginya. Orang nomor satu di Nganjuk itu rupanya mendefinisikan gagal sebagai peluang emas dalam kehidupan. Menurutnya, kegagalan akan selalu di depan mata, kecuali kita benar-benar berhenti mencoba.
Sosok yang masa kecilnya akrab dengan bertani tersebut dulunya bercita-cita sebagai guru SD. Besar di keluarga yang buta huruf dan pendidikan membuat Kang Marhaen, nama akrabnya, semakin terpacu dan terpicu untuk menggeluti dunia pendidikan. Berbekal ijazah Sekolah Pendidikan Guru, beliau merasa yakin bahwa mimpinya sebentar lagi akan tergapai. Namun, mimpinya terhempas begitu saja karena pengangkatan pada masa itu tidak ada. Kegagalan datang untuk pertama kalinya menuju perjalanan karirnya.

Impian menjadi orang sukses membuatnya semakin menumbuhkan gelora semangat untuk tidak menjadi orang yang mudah menyerah. Kang Marhaen dulunya pernah meraih beasiswa semasa sekolah dasar mendadak harus menapaki duri takdir dengan nekat meraih ijazah di Universitas Negeri Surabaya. Sayangnya, lagi-lagi Tuhan membelokkan takdir anak ragil dari empat bersaudara tersebut. Bekal ilmu yang ditempa selama perkuliahan harus kandas kembali karena tidak adanya pengangkatan.



Oh pak Marhen itu guru ya dulunya. Terimakasih sudah menyemangati kami guru yg non PNS ini