Karamnya Kapal Pendidikan Karakter

Rekomendasi

Beberapa hal bisa disampaikan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan kita.

  1. Tegakkan hukum di Tingkat paling bawah. Yakni, disiplin guru dan semua yang terlibat dalam proses pembellajaran. Survey SPI KPK yang menunjuk hidung guru dan warga sekolah korupsi memang benar adanya. Tentu saja yang dikorupsi adalah waktu dan karakter khususnya di sekolah – sekolah negeri.  Maka, perlu adanya sebuah aplikasi yang mewajibkan guru untuk hadir di dalam kelas tepat waktu, bukan lagi sekedar di sekolah lalu ngobrol  dengan kanan kiri dan berjalan berlambat – lambat menuju kelasnya untuk megajar.  SMA Negeri 2 Nganjuk dengan aplikasi AIO nya telah melaksanakannya. Satu – satunya sekolah negeri di Kabupaten Nganjuk. Namun, karena peraturan tidak mengatur tentang kehadiran mengajar dan hanya sekedar mengatur tentang  pemenuhan jumlah jam mengajar yang 24 jam / minggu, yang terjadi di sekolah sekolah negeri, khususnya, maka kedisiplinan guru masuk kelas dan mengajar menjadi landai lagi.  
  2. Kurmer harus dikembalikan pada roh awalnya, yakni membebaskan guru dengan model, rancangan serta bagaiaman guru mengevaluasi pembelajaran siswanya.
  3. PGP bukan program untuk menjaring Kepala Sekolah.
  4. Hapus P5. Selama ini sudah terbukti bahwa P5 lebih banyak keramaian dan pendanaan yang diperlukan dan tentu saja dalam jumlah yang tidak kecil. Lagipula, setiap kegiatan yang dilakukan siswa dalam koridor didalam maupun diluar sekolah adalah P5. Kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya. Mengerjakan kokurikuler di sekolah, kerja bakti, program literasi. Ini semua adalah P5. Tidak perlulah P5 diterminologikan secara khusus, baik waktunya, anggarannya, temanya, dan lain – lainnya.
  5. Karakter sebagai inti sari penerapan Kebijakan Merdeka Belajar, Merdeka mengajar, yang didokumenkan dalam bentuk Kurikulum Merdeka, wajib dilaksanakan secara absolut. Guru dan Kepala Sekolah adalah panutan/ teladan/ role model. Mereka wajib menjadi Pemimpin yang tidak bertindak pro korupsi: korupsi waktu dan tentu saja tidak pro korupsi karakter dengan cara: tampilkan karakter positif dimanapun Guru dan Pimpinan berada saat menghembuskan kabondioksida dan mengambil oksigen untuk bernafasnya.

Tetaplah bersemangat menjadi guru yang bisa menjadi panutan bagi warga sekolah dan Masyarakat.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *