*KATEBELECE DI SPMB*

*Katebelece* adalah surat keterangan atau surat pengantar yang biasanya dikeluarkan oleh seorang pejabat atau pihak berwenang (seperti kepala desa, camat, atau pejabat lainnya) untuk memberikan rekomendasi, pengantar, atau izin tertentu kepada seseorang. Dalam bahasa sehari-hari, *katebelece*sering dianggap sebagai *“surat sakti”* karena bisa membuka akses atau memuluskan urusan birokrasi, meskipun tidak selalu sesuai prosedur formal. Termasuk didalamnya Sistim Peneriman Murid Baru (SPMB)

*Etimologi*
Istilah *katebelece* berasal dari kata serapan Belanda atau Portugis, tetapi lebih dikenal secara luas dalam praktik birokrasi Indonesia sejak masa Orde Baru. Pada masa itu, pejabat sering menggunakan *katebelece*untuk “menitipkan” orang atau urusan tertentu kepada instansi atau lembaga lain. Praktik ini sebenarnya *sudah ada sejak zaman kolonial*, tetapi makin kentara dalam birokrasi modern Indonesia sejak dekade 1970-an–1990-an.

Apakah ini berarti  *Katebelece* sudah hilang? Walauhalambisawab. Namun, di era seba internet, surat rekomedasi mungkin sudah tidak ada. Kemungkinan para pejabat yang berwenang memahami resiko yang ada, sehingga para pejabat dibawahnya harus senam jantung agar segala sesuatunya berjalan dalam relnya tanpa ada pihak yang dirugikan.

*Tujuan Awal Katebelece*
Secara ideal, tujuan katebelece adalah:
1. Memberikan Rekomendasi: seorang tokoh masyarakat atau pejabat memberikan surat pengantar untuk warganya agar mendapat bantuan atau prioritas tertentu. Menyampaikan titipan atau Permohonan Khusus: Dalam *konteks netral*,  seperti beasiswa, pengobatan, atau permohonan kerja.
2. Mempermudah Proses Administrasi: Agar seseorang tidak perlu menjelaskan panjang lebar, cukup membawa *katebelece*dari pihak yang lebih tinggi.

Namun demikian, *katebelece* juga memiliki *Konotasi Negatif*

Karena, dalam praktiknya, *katebelece* sering disalahgunakan untuk: *Nepotisme atau KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme)* misal:Surat dari pejabat tinggi kepada kepala dinas pendidikan agar “memperhatikan” anak si A dalam proses penerimaan sekolah*_. Dan masih ada beberapa lagi yang lainya.

*Laporkan*
Jika memang ada sesuatu yang menurut pandangan umum tidak pas dalam proses SPMB tahun ini, laporkan saja. Ada yang bilang bahwa percuma lapor ke _hotline_, tidak ada tindaklanjutnya. Di Jawa Barat tahun lalu hampr semua proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dibatalkan khususnya yag melalu jalur zonasi (jarak) karena disnyalir ada yag curang. Kecurangan saat itu adalah adanya tengara/ dugaan terdapat siswa yang jarak rumahnya ke sekolah yang dituju hanya kurang dari 15 meter an.

*Rekomendasi*
1. sebaiknya pihak pimpinan memberi contoh dengan tidak memebrikan *katebelece* melaluisurat, ataupun pesan atau telpon. Semua mod aitu bisa dilacak dengan mudah dan cepat. Larang dengan tegas semua pihak *yang ingin* bemain *patgulipat*. Banyak pihak mengawasi, sebaiknya semua pihak memberi contoh dengan cara melakukan hanya kebaikan.

2. Anak – anak  yang dipaksa mengikuti kehendak orangtua/ guru untuk masuk sekolah tertentu demi gengsi orangtua/ sekolahnya, diyakini akan menjadi pribadi yang kurang berkembang di tinglat SMA/ SMK.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *