Menguji Nalar Kritis Peneliti Muda: SMAI Insan Cendekia Baitul ‘Izzah Gelar Presentasi Perdana KTI Angkatan 12

Pada perhelatan Sabtu kemarin, berbagai karya inovatif yang mengkaji isu-isu kontemporer dipaparkan dengan lugas oleh para peneliti muda. Di bidang ISH, Cantika Rosyidah N.S. menyajikan penelitian bertajuk “The Lost Nusantara: Game Edukatif sebagai Sarana Pencegahan Bias Kebenaran Sejarah di Era Post-Truth pada Remaja”, sebuah upaya memanfaatkan media interaktif untuk menjaga literasi sejarah generasi muda. Masih di bidang yang sama, Elsy Devina L. membedah fenomena teknologi terkini melalui riset “Analisis Psikologis Ketergantungan Remaja terhadap AI Companion pada Aplikasi Character.ai terhadap Interaksi Sosial Remaja Menurut Perspektif Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah”, yang menyandingkan isu kesehatan mental digital dengan pemikiran klasik Islam.

Eksplorasi ilmiah juga terlihat menonjol pada rumpun MST. Seville Madina W. memaparkan riset energi terbarukan bertajuk “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata × balbisiana) Sebagai Energi Terbarukan Melalui Microbial Fuel Cell Berbasis Lumpur Sawah dalam Perspektif Sains dan Islam”. Sementara itu, Kiara Sindhu A. membawa perhatian pada isu lingkungan lokal Nganjuk melalui karya berjudul “Potensi Ancaman Risiko Mikroplastik pada Perairan Irigasi terhadap Ketahanan Pangan di Kabupaten Nganjuk: Analisis Berdasarkan Eco-Teologi”. Keberanian para siswa dalam mengangkat topik-topik krusial—mulai dari krisis ekologi, fenomena artificial intelligence, disrupsi informasi, hingga energi terbarukan—menegaskan bahwa budaya literasi di SMAI IC Baiz telah berakar menjadi karakter. Presentasi perdana ini menjadi pijakan awal bagi para peneliti muda Nganjuk untuk terus mengasah nalar kritis sebelum nantinya berkiprah dan memberikan kontribusi nyata di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *