Penulis: Anjanu Rania Pinayungan
Editor : Arum Nur Haliza & Dani Susilowati
Kita bayangkan ada musuh tak terlihat yang diam-diam merampok napas Anda, tanpa suara, tanpa peringatan. Ini bukan adegan film horor, melainkan kenyataan yang bernama Tuberkulosis (TB) Paru, pembunuh tersembunyi yang telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia. TB Paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan ludah atau dahak saat penderita batuk atau bersin. Mengerikan bukan?
Nama TB Paru digunakan karena penyakit ini berasal dari kata “tubercle” yang berarti “benjolan kecil” dalam bahasa Latin. Ini merujuk pada lesi atau benjolan yang terbentuk di paru-paru akibat infeksi bakteri. Dan, Merujuk pada lokasi penyakit, yaitu paru-paru. TB Paru adalah jenis TB yang paling umum dan menyerang paru-paru. Tetapi, TB juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti tulang, ginjal, atau otak. Jadi, meskipun paru-paru adalah lokasi yang paling umum, TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem limfatik. Berikut beberapa contoh organ yang dapat diserang oleh TB:
1. pada tulang (osteoartikular) yang dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kerusakan pada tulang dan sendi.
2. pada Ginjal: TB ginjal (TB urogenital) dapat menyebabkan infeksi pada ginjal, kandung kemih, atau ureter.
3. pada Otak: TB otak (TB meningitis) dapat menyebabkan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
4. pada Limpa: TB limpa (TB splenik) dapat menyebabkan pembengkakan pada limpa.
5. pada Usus: TB usus (TB intestinal) dapat menyebabkan infeksi pada usus besar atau kecil.
6. pada Kelenjar getah bening: TB kelenjar getah bening (TB limfadenitis) dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa pada tahun 2021, terdapat 10,6 juta kasus TB Paru di seluruh dunia. Indonesia menduduki peringkat kedua, negara dengan kasus TB Paru terbanyak, setelah India. Pada tahun yang sama, TB Paru menyebabkan 1,4 juta kematian, sebagai pembanding sejumlh 0,4 juta kematian pada pasien HIV. Di Indonesia, jumlah perkiraan kasus TB Paru mencapai sekitar 845.000 orang pada tahun 2020, dengan lebih dari 98.000 kematian. Meskipun angka kematian telah menurun 22% sejak tahun 2000, TB Paru masih termasuk dalam 10 penyebab kematian utama di negara ini.
TB Paru dapat menyebar tanpa disadari. Tidak semua orang yang terinfeksi langsung sakit, namun anak-anak dan balita memiliki risiko lebih tinggi. Bakteri TB Paru berkembang perlahan di dalam paru-paru, membuat gejala awalnya sulit terdeteksi. Penderita bisa menularkan penyakit tanpa mengetahuinya, karena gejala mungkin ringan selama berbulan-bulan.
Gejala dan Tanda – Tanda
Segera periksa ke dokter jika seseorang menderita batuk berkepanjangan (bisa disertai darah); Nyeri dada – lemah dan kelelahan yang berlebih, penurunan berat badan mendadak, demam yang tidak kunjung hilang, dan berkeringat berlebihan pada waktu malam.
Pencegahan
Pencegahan setiap penyaki haruslah meliputi 2 hal pokok, yakni menjaga pola makan/ diet dan pola hidup. Untuk mencegah TB Paru yaitu dengan menjaga kebersihan dan kesehatan dan olahraga teratur. Buka jendela setiap pagi untuk udara segar, gunakan masker di tempat umum, dan terapkan etika batuk yang benar. Sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik membantu mencegah penyebaran bakteri.
Kesadaran adalah Kunci Ingatlah, kesehatan ada di tangan kita sendiri. Pengetahuan dan tindakan pencegahan adalah senjata terkuat melawan tuberkulosis. Mari wajib, waspada, dan jaga kesehatan paru-paru kita. Bersama Kita Lawan Tuberkulosis!


