YUK CEK KAPAN HP KITA EXPIRED!

Pengide : Novia Putri Bestari, CNBC Indonesia

Bapak, Ibu, dan teman-teman, kita sering kali berpikir bahwa selama bodi HP masih mulus dan layarnya tidak retak, berarti HP itu masih aman-aman saja dipakai bertahun-tahun. Tapi tahukah Anda? Sama seperti makanan yang punya tanggal kedaluwarsa, HP kesayangan kita ternyata juga punya “batas umur” dari pabriknya, lho!

Umur HP bukan sekadar dihitung dari kapan kita membelinya. Umur HP ditentukan oleh seberapa lama pabrik (seperti merek Samsung, Xiaomi, atau lainnya) masih mau “merawat” HP tersebut dari jauh.

Kenapa HP Butuh Perawatan dari Pabrik?
Ibaratnya mobil yang butuh diservis rutin agar tidak mogok, HP kita juga butuh diservis secara rutin oleh pabriknya lewat internet (biasa disebut update atau pembaruan).

Jika masa perawatan ini sudah habis, HP Bapak dan Ibu tidak akan langsung mati atau rusak. HP masih bisa dipakai buat telepon atau buka aplikasi. Namun, HP tersebut ibarat rumah yang gembok pagarnya sudah tidak pernah diganti. Artinya, HP jadi lebih rapuh dan rawan disusupi oleh orang jahat di internet (virus atau peretas). Ini sangat berbahaya kalau Bapak dan Ibu sering menggunakan HP untuk transfer uang di bank (M-Banking), belanja online, atau menyimpan kata sandi penting.

Setiap HP punya jatah waktu perawatan yang berbeda:

HP yang harganya sangat mahal (kelas atas) biasanya dirawat oleh pabriknya sampai 7 tahun lamanya.

HP dengan harga sedang atau murah, biasanya hanya mendapat perawatan sekitar 3 sampai 4 tahun saja sejak HP tersebut pertama kali diproduksi.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *