BECIK KETITIK, RESIK KETORO

Waktu baca: 3,5 menit

The Nganjuk Post. Nganjuk.

Hari ini Minggu 13 April 2025, Bupati Nganjuk terpilih, Bapak Marhaen Djumadi  mencanangkan program Gerakan Kerja Bakti serentak se kabupaten Nganjuk sebagai bagian dari kegiatan Peringatan Ulang Tahun Nganjuk yang ke 1088. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Desa (264 desa) & Kelurahan (20 kelurahan) di 20 Kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Beberapa pihak menyampaikan bahwa sebuah kegiatan kalau tidak mempunyai dampak, baik secara pekerjaan ataupun sosial politik, hasilnya kurang nampak.  Programnya keren andaikata dapat dilaksanakan dengan tertib dan trenten. Harapan kang Marhaen dapat menyatukan tekat demi terwujudnya Kabupaten Nganjuk melesat di beragam sektor ekonomi,  meningkatkan  penerimaan pajak dan retribusi untuk Pembangunan serta  reformasi birokrasi yang lebih bersih dari praktik korupsi serta gratifikasi. Bagaimana menyejahterakan masyarakat melalui berbagai program tersebut menjadi tantangan yang harus segera dijawab oleh Bupati dan Wakil Bupati terrpilih.

Rekomendasi:

  1. Sesuai dengan kewenangannyya masing – masing, jika Presiden Prabowo menghadiahi rakyat Indonesia dengan pembebasan bea Listrik 50% selama Januari Pebruari 2025 dan Cek Kesehatan Gratis, lalu  Gubernur DKI Jakarta juga memberikan hadiah berupa pembebasan PBB P-2 dengan syarat tertentu, Kang Marhaen dan Mas Hendy belum nampak gaungnya akan memberi Masyarakat Nganjuk hadiah seperti apa. Kalau seluruh layanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk harus bebas dari pungutan liar dan praktik korupsi itu dianggap sebagai hadiah, itu salah. Karena, hal itu merupakan kewajiban para abdi negara dan Para Pemimpin.
  2. Gerakan Kerja bakti se Kabupaten Nganjuk sebaiknya dimulai dari tItik Nol Nganjuk yakni alun – alun Kabupaten Nganjuk. Namun,  Car Free Day tetap berjalan. Para pedagang tetap berjualan diluar alun – alun. Semuanya tetap berjalan seperti biasanya, business as usual, meskipun Masyarakat mengaku tahu tentang program tersebut.
  3. Memaksimalkan partisipasi Masyarakat adalah pilihan yang paling tepat. Kabupaten mengelola SMP dan SD. Ada juga siswa SMA/ SMK yang siap membantu menyukseskan program ini. Bukankah mereka tinggal di wilayah Kabupaten Nganjuk juga?
  4. Pemasangan CCTV sebagai pengganti Petugas Pengawas sangat bagus. Segera laksanakan. Kebiasaan kita mendahulukan area (yang dipasangi CCTV)  yang dekat dengan kekuasaan, menjadikan masyarakat pinggiran nglokro.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *