Kebijakan FORMADA
Pengalaman berorganisasi, bekerja dalam tim, mengelola kegiatan, dan menghasilkan karya menjadi bagian dari bekal yang dibawa para alumni menuju jenjang pendidikan yang sesungguhnya yakni dalam kehidupan sehari – hari. Regenerasi pun terus berjalan. Setelah sebelumnya dipimpin Atala Rafi Afandi, tongkat kepemimpinan FORMADA kini berada di tangan Feriska Mahyahya Hanifa sebagai Ketua Umum.
Bagi Pembina FORMADA, Doni Romadhona, S.Pd., Gr., setiap anak memiliki potensi yang layak mendapatkan ruang dan apresiasi. “Kami tidak hanya mengapresiasi prestasi di bidang FORMADA. Bahkan ada anggota yang merupakan atlet renang dan karate. Mereka bergabung untuk belajar organisasi, dan ketika berprestasi di bidangnya, tetap kami apresiasi. Karena anak yang mendapat perhatian akan lebih termotivasi untuk berkembang.”
Kata – kata Bijak
Pandangan tersebut menjadi salah satu kekuatan FORMADA. Setiap anggota tidak harus memiliki kemampuan yang sama. Ada yang tumbuh melalui jurnalistik, fotografi, dan film; ada pula yang membawa bakatnya dari bidang lain. Semuanya mendapat ruang untuk belajar dan berkembang.
Pada akhirnya, prestasi FORMADA bukan hanya tentang piala. Ada proses menemukan keberanian, membangun kepercayaan diri, belajar berorganisasi, dan mempersiapkan diri menuju masa depan. Karena, FORMADA bukan sekadar ekstrakurikuler. Ia adalah rumah tempat talenta muda tumbuh, karya lahir, karakter ditempa, dan prestasi menemukan jalannya.




