Penulis : Rita Amalisa dan Dani Susilowati
To: Alm. ibu Etik Suryantina.
Orang baik meninggal dengan baik.(husnul khatimah)

Pembahasan tentang kanker mulut beberapa waktu ini menjadi lumayan hangat dikalangan guru SMA kabupaten Nganjuk, khususnya di SMA Negeri 1 Kertosono. Karena, salah seorang dari mereka telah berpulang ke hadapan Allah SWT dengan tenang, baik, dan husnul khatimah, insya Allah, karena sakit kanker mulut. Sebuah penyakit yang Almarhum Ibu Etik Suryantina derita benar – benar diluar dugaan kami semua. Betapa tidak, sejak kami mengenal Beliau di Tahun 1989, beliau adalah orang yang hampir selalu menutup mulutnya dengan saputangan. Ternyata, karena menderita sariawan yang hampir tiada pernah henti. Mari kita baca bagaimana dan apa itu kanker mulut dapat merenggut nyawa seseorang!
Kanker rongga mulut menyebabkan sekitar 135.000 kematian global per tahun dengan insidensi 10,5 per 100.000 orang dan prevalensi 91.200 kasus. Tahun 2018, tercatat 355.000 kasus baru dengan kematian hampir 50%. Pria berisiko 6 kali lipat lebih tinggi karena faktor merokok dan alkohol, terutama karsinoma sel skuamosa. Di Indonesia, kanker ini menduduki peringkat 6 Asia Tenggara dengan 5.329 kasus (2020), risiko pria 2 kali lebih tinggi dari wanita. Usia rata-rata diagnosis 62 tahun. Mortalitas tinggi, sekitar 50%, dengan harapan hidup 5 tahun mencapai 75% jika terdiagnosis dini, turun menjadi 20% jika terlambat (dikutip dari alomedika).



