Waktu baca : 3 menit
Nganjuk, 2025 —
Di Nganjuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto sudah sejak Februari 2025.MBG bertujuan meningkatkan gizi anak bangsa dan mendukung tumbuh kembang peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.
Sejak diluncurkan pada Februari 2025, MBG telah menyentuh ribuan siswa di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Nganjuk, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMK. Peluncuran perdana dilakukan di SMP Negeri 3 Nganjuk, dan sejak itu program ini berkembang ke berbagai satuan pendidikan lain.


Berdasarkan data yang tersedia hingga Agustus 2025, setidaknya 19 sekolah di Nganjuk telah menerima manfaat program ini. Beberapa sekolah yang tercatat di antaranya: SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk –; SMK PGRI 3 Nganjuk; SDN 1 Ganungkidul, SMP Muhammadiyah Nganjuk; Juga, yang di wilayah Kecamatan kertosono. Program ini disambut antusias oleh siswa dan tenaga pendidik. Mereka merasa terbantu karena makanan yang disediakan tidak hanya bergizi, tetapi juga disajikan secara higienis dan variatif.
Meski awalnya fokus pada jenjang dasar dan menengah pertama, kini sudah mulai merambah ke SMA. Bahkan, beberapa pihak internal sekolah seperti Bapak Subowo, Wakil Kepala Urusan Humas,dan Ibu Sumini Sang asisten kurikulum, mengonfirmasi bahwa SMAN Berbek telah ikut serta dalam program ini, meski belum tahu dengan pasti mengapa SMAN Berbek yang dipilih untuk memioniri program MBG tingkat SMA di kabupaten Nganjuk . Mereka menambahkan bahwa bahwa SMAN Berbek sudah mulai mendapatkan jatah MBG setiap hari sejak 11 Agustus 2025 dengan menu yang benar – benar bergizi. (lihat foto-foto). Jika Kepala Sekolah dan wakil kepala Sekolah nya di SMAN Berbek cukup cekatan, program MBG di SMAN Berbek bisa menjadi ajang promo empuk bagi sekolah di daerah Pogalan teresbut. Dan yang menakjubkan MBG diberikan untuk untuk semua siswa sejumah hampir 1000 anak. Dengan mendapatkan program MBG ini, Orangtua mana yang tak ingin anaknya masuk ke SMAN Berbek yang dalam catatan Redaksi mempunyai poin yang terus positif dari sisi perkembangan akademik maupun karakter siswanya.

Sampai saat ini Kepala Cabang Dinas Pendidikan Prov JawaTimur di Wilayah Nganjuk , Iwan Triyono, belum merespons pertanyaan yang Redaksi layangkan. Sedangkan, dari pihak yang anonimus menyatakan bahwa MBG mungkin terkait dengan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) area masing – masing. Dengan kata lain jika area Berbek siap, mengapa sekolah yang justru dalam kota seperti SMAN 1, 2 dan 3 juga SMKN 1 dan 2 belum siap? Melihat gelagatnya, naga – naganya dana 330 trilyun lebih untuk MBG pada APBN 2026 bakal jadi bahan obok – obok an KPK dan jadi bahan olok – olok lagi! Karena transparansi dan akuntabilitas publik yang rendah dan lemah!
Semoga MBG benar – benar bisa terlaksana dengan baik.




