Sebelum Rapor Dibaca, Hati Orang Tua Dibina. Tarbiyah Keluarga YPI Baitul ‘Izzah di Penghujung Akhir semester

Berbeda dengan kebiasaan pengambilan rapor pada umumnya, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Baitul ‘Izzah menghadirkan suasana yang lebih bermakna. Sebelum lembar rapor dibuka dan nilai dibaca, para orang tua terlebih dahulu diajak membina hati dan kesadaran melalui Kajian Tarbiyah Keluarga.

Acara yang telah rutin dan menjadi tradisi pendidikan di YPI Baitul ‘Izzah ini tampak dalam kegiatan pengambilan rapor peserta didik jenjang TK hingga SMA yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Aula YPI Baitul ‘Izzah. Sekitar 700 lebih orang tua dan wali murid dari seluruh unit pendidikan hadir dan mengikuti kajian dengan penuh khidmat.

Kajian tarbiyah tersebut menghadirkan Ustadz Rifky Ja’far Thalib sebagai pemateri utama dengan tema “Adab Sebelum Ilmu: Mengapa Harus Dimulai dari Rumah?”. Tema ini menjadi penegasan arah pendidikan YPI Baitul ‘Izzah bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari angka rapor, tetapi dari adab, akhlak, dan fondasi iman yang dibangun sejak keluarga. Ustadz Rifky Ja’far Thalib selama ini dikenal sebagai seorang penceramah dan pendakwah Islam dari Kediri yang dikenal aktif mengisi kajian, tabligh akbar, dan ceramah di berbagai kota serta komunitas. Beliau sering  menyampaikan tausiyah dan pembinaan keagamaan dengan gaya yang ramah dan inspiratif, baik kepada orang dewasa maupun generasi muda

Dalam pemaparannya, Ustadz Rifky menekankan bahwa pendidikan anak sejatinya dimulai jauh sebelum anak masuk sekolah. Bahkan, ia menegaskan bahwa pendidikan itu dimulai sejak orang tua memilih pasangan hidup, menjaga kehalalan rezeki, serta menciptakan lingkungan rumah yang baik secara spiritual.“Rumah adalah madrasah pertama, dan orang tua adalah guru utama. Anak akan meniru apa yang ia lihat dan rasakan di rumah,” ujarnya di hadapan para peserta kajian.

Lebih lanjut, Ustadz Rifky mengingatkan bahwa ilmu tanpa adab akan kehilangan keberkahan. Oleh karena itu, sebelum orang tua menilai capaian akademik anak melalui rapor, mereka perlu terlebih dahulu menata cara pandang dan sikap dalam mendidik. Ia mengajak para orang tua untuk berkaca pada diri sendiri—bagaimana ibadahnya, keteladanannya, serta adabnya dalam keseharian.

SSC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *