Dengan trauma seperti itu, saya memesan sepiring nasi goreng ayam. Saya bayar dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) … sok kekinian banget kan. Dengan harga 51 ribu, nasi ayam goreng di Bakmi Gocit ini worth it the price lah. Nyucuk, istilah dalam bahasa Jawanya. Potongan ayamnya lumayan banyak, beberapa irisan bakso, dengan garnish (hiasan makanan) yang menarik berupa seiris mentimun, tomat, selembar selada, dan 4 cabe muda mungil nan cantik berwaran hijau. Dan tentu saja tak ketinggalan 1 butir telur ceplok. Tampilan memang menentukan selera. Tapi, rasa adalah segalanya. Rasanya enak. Tidak meninggalkan sesuatu yang terasa lengket – lengket seperti jika kita selesai menyantap makanan yang terlalu tergantung pada penyedap rasa.

Karena saya menyantap sepiring penuh nasi goreng ayam tadi sambil kerja di depan laptop, tak terasa waktu sudah hamper 40 menit saya menikmati makan nasi goreng ayam di Bakmi Gocit. Saya Bersiap keluar dari kedai tersebut saat ada pengumuman bahwa pesawat yang saya tumpangi dengan kode QG 668 lebih delay lagi. Maskapai bagus namun hemat biaya. Memang benar. Tapi denang kejadian delay hingga 2x seperti hari ini, Rabu, 1 Mei 2024, saya jadi berpikir, maskapai ini loh juga ternyata tidak murah dibanding maskapai penerbangan lain pada level layanan yang sama. Penerbangan QG 668 sebenarnya dijadwalkan pukul 12.40 terbang ke Denpasar. Namun, melalui pemberitahuan online secara jaringan pribadi (japri) mereka memberitahukan bahwa pesawat akan terlambat 10 menit. Hebat nian…terlambat 10 menit saja sudah mengirim short notice melalui aplikasi whatsapp. Tapi ternyata, sekitar pukul 12.30 an diumumkan pesawat delay sampai pukul 13.40. kita para penumpang mah bisa apa juga. Ini berarti saya punya lebih banyak waktu untuk menikmati makanan yang ada di Bakmi Gocit. Maka muncullah ide untuk mulai menulis culi – trip atau culinary trip. Sambil memikirkan apa yang akan saya tulis, saya memesan segelas juice apokat (kesukaaan saya). Dengan masih membayar menggunakan QRIS, segelas besar juice apokat disuguhkan. Endang berdendang – dendang sekali. Enak. Dan nyucuklah dengan harga 34 ribu rupiah yang sudah termasuk pajak dan biaya pelayanan. Sangat terasa apokatnya dengan rasa manis dari gula yang tidak membuat batuk dan dengan ditambahi susu kental manis rasa coklat yang tenyata juga pas sebagai penghias gelas minuman.
Sayangnya, di nganjuk belum ada cabang yang dibuka.


